Sakit Hati, Pemain Ini Tidak Terima Permintaan Maaf Zlatan Ibrahimovic

Berita12.com –  Zlatan Ibrahimovic yang terkenal emosi tinggi, kali ini kena batunya. Setelah melakukan selebrasi usai mencetak gol, lalu berteriak keras didepan lawan  Zlatan Ibrahimovic kemudian usai laga meminta maaf pada pemain Real Salt Lake, Nedum Onuoha.

Namun tanpa dinyana, pemain Real Salt Lake, Nedum Onuoha menolak permintaan maaf tersebut, bahkan keduanya sempat bersitegang di ruang ganti pemain. Kejadian ini terjadi usai laga antara Los Angeles Galaxy versus Real Salt Lake di liga MLS.

Pada pertandingan tersebut  Los Angeles Galaxy berhasil menang dengan skor 2-1. Zlatan Ibrahimovic tampil sebagai pencetak gol sekaligus mengantar kemenangan bagi  Los Angeles Galaxy atas lawannya Real Salt Lake.

Usai mencetak gol, sebagai selebrasi pemain temperamental Zlatan Ibrahimovic langsung melampiaskan dengan berteriak keras di depan Nedum Onuoha. Dimana sebelumnya kedua pemain ini memang sudah saling memprovokasi dan sering terjadi benturan. Bahkan Zlatan Ibrahimovic sempat mendapat kartu kuning akibat melakukan pelanggaran terhadap Nedum Onuoha.

Usai laga, Zlatan Ibrahimovic sengaja mendatangi ruang ganti Real Salt Lake untuk “berdamai” dengan Nedum Onuoha dan meminta maaf. Bukannya damai yang didapat, malah Nedum Onuoha menolak permintaan maaf Ibrahimovic. Hingga sempat terjadi percekcokan kecil diantara mereka.

Dikutip dari SkySports, Onuoha sudah terlanjur sakit hati dan kurang simpati dengan kelakuan Zlatan saat bertanding di lapangan, “Ini adalah sosok yang mengatakan dirinya adalah wajah MLS, dan dia bermain dengan cara seperti itu di lapangan. Jika seseorang datang dan berkata seperti itu, maka tentu saja saya tak akan menerima permintaan maafnya. Hal itu tidak bisa diterima,” ujar Unouha.

Dipihak lain, Zlatan Ibrahimovic menyatakan harusnya yang terjadi dilapangan tidak dibawa keluar lapangan usai pertandingan. Zlatan mengatakan apa yang dilakukan dilapangan  adalah hal yang wajar dalam sebuah pertandingan sepak bola. “Apa yang terjadi di lapangan, seharusnya tetap di lapangan. Saya senang untuk bisa merasakan gairah di lapangan. Namun saya tidak akan merasa ‘hidup’ bila tim lawan tidak memicu saya.” ujar Zlatan Ibrahimovic. Bahkan Zlatan juga sempat menyatakan bahwa ia merasa lega jika dirinya sudah bisa melampiaskan dengan marah, “Saya memahami diri saya. Ketika saya marah, maka saya akan merasa lebih baik,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *