Mamuju – Ratusan warga dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan organisasi radikal, termasuk eks HTI.
Aksi damai ini berlangsung pada Senin (10/2) dan diinisiasi oleh Laskar Pancasila Sulawesi Barat, dengan dukungan dari GP Ansor Mamuju, PMII Cabang Mamuju, GMNI Cabang Mamuju, BEM IKB Stikes Fatimah Mamuju, BEM Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Unika Mamuju, BEM Stain Al-Azhari Mamuju, serta GSNI.
Para demonstran melakukan longmarch ke tiga titik utama, yakni Kejaksaan Tinggi Sulbar, Kejaksaan Negeri Mamuju, dan Anjungan Pantai Manakarra. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Laskar Pancasila Sulawesi Barat, Wujudkan Perdamaian Dunia yang Berdasarkan Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial.”
Desak Pemerintah Bertindak Tegas
Ali Akbar, Koordinator Aksi yang juga Ketua GP Ansor Kabupaten Mamuju, menegaskan bahwa pemerintah harus segera melarang segala bentuk aktivitas organisasi yang telah dibubarkan, termasuk eks HTI. Ia menilai, keberadaan kelompok ini dapat membuka celah bagi paham yang bertentangan dengan Pancasila untuk berkembang di wilayah tersebut.
“Kami mendesak pemerintah agar tidak memberikan ruang bagi organisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Larangan yang sudah diberlakukan harus ditegakkan secara nyata,” ujar Ali Akbar.
Di depan Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju, massa juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap kelompok yang mereka anggap intoleran dan berpotensi merusak persatuan bangsa.
“Kita tidak boleh menunggu sampai muncul ancaman besar. Sejak awal, kita harus menolak ideologi yang bertentangan dengan dasar negara,” tambahnya.
Seruan Menjaga Kebinekaan
Refli Sakti dari PMII Cabang Mamuju menegaskan bahwa organisasi dengan paham di luar Pancasila tidak memiliki tempat di Indonesia. Senada dengan itu, Dadang dari GMNI Cabang Mamuju menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengampanyekan kebinekaan dan menolak ideologi yang tidak menghargai keberagaman.
“Kita harus bersatu menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menutup celah bagi ideologi yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BEM Stain Al-Azhari Mamuju, Rahmat, mengingatkan bahwa pemikiran intoleran dapat menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat.
“Gerakan anti-toleransi harus dicegah sejak dini agar tidak mengancam stabilitas sosial di daerah ini,” katanya.
Aksi damai ini berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Para peserta menutup aksi dengan komitmen untuk terus menjaga persatuan dan mengawal tegaknya ideologi Pancasila di Sulawesi Barat.
(Berita12)






