Wapres Gibran Soroti Kapasitas RSUD Kondosapata Mamasa: Jangan Sampai Gedung Jadi, Dokter dan Alat Belum Siap

Mamuju37 Dilihat

BERITA12.COM — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyoroti kesiapan fasilitas, tenaga medis, dan peralatan kesehatan saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata di Dusun Katoing, Desa Penanian, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan bahwa peningkatan kapasitas rumah sakit harus menjadi perhatian agar masyarakat Mamasa dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai di daerah sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

Menurut Gibran, pembangunan rumah sakit tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung dan infrastruktur. Ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, peralatan medis, serta kualitas pelayanan harus berjalan beriringan.

“Kita ingin masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik di daerahnya sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk kebutuhan yang seharusnya dapat ditangani di daerah tersebut,” ujar Gibran.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan RSUD Kondosapata seiring dengan pembangunan dan pengembangan fasilitasnya.

“Rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita ingin pembangunannya berjalan baik, tapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan dokter, alat kesehatan, dan pelayanan kepada pasien. Jangan sampai gedungnya sudah selesai, tetapi fasilitas dan tenaga medisnya belum siap,” tegasnya.

Selain kesiapan fasilitas, Gibran meminta proses pembangunan rumah sakit tidak mengganggu pelayanan yang sedang berjalan. Keselamatan dan kenyamanan pasien, kata dia, harus tetap menjadi prioritas.

“Selama pembangunan, bagaimana pelayanan pasien? Tolong pastikan tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan pasien,” pesannya.

Kebutuhan Dokter Spesialis

Dalam peninjauan tersebut, Wapres juga menanyakan ketersediaan dokter spesialis di RSUD Kondosapata, termasuk upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan tenaga medis melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

“Terkait pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, di sini sudah ada berapa? Apa sudah ada MoU dengan universitas?” tanya Gibran.

Plt Direktur RSUD Kondosapata, Naomi Bungan, menjelaskan rumah sakit saat ini telah memiliki sejumlah dokter spesialis. Di antaranya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), THT, gigi, serta anestesi.

Namun, kebutuhan tenaga spesialis masih belum sepenuhnya terpenuhi. Khusus dokter obgyn, misalnya, rumah sakit baru memiliki satu dokter dari kebutuhan dua orang.

“Saat ini ada sekitar 4 orang, yaitu dokter obgyn. Tapi hanya satu, kebutuhan kami ada dua. Kemudian ada dokter ahli THT, kemudian ada dokter spesialis gigi, kemudian dokter anestesi,” kata Naomi.

Untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis lainnya, RSUD Kondosapata telah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Selebihnya itu kami MoU dengan Unhas untuk pemenuhan dokter yang lain,” imbuhnya.

Ruang Bersalin Jadi Perhatian

Dalam kunjungannya, Gibran meninjau sejumlah layanan di RSUD Kondosapata, mulai dari Poli THT, Interna, Bedah, Neurologi, Obgyn, Gigi, Kejiwaan hingga Anak.

Ia juga melihat langsung ruang bersalin dan fasilitas yang digunakan untuk melayani ibu yang akan melahirkan.

Dari peninjauan tersebut, salah satu persoalan yang masih dihadapi rumah sakit adalah keterbatasan kapasitas ruang persalinan.

Saat ini, RSUD Kondosapata hanya memiliki dua ruang persalinan. Ketika jumlah pasien melebihi kapasitas, sebagian pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Mamasa.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pasien dan keluarga. Meski biaya pelayanan dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan, rujukan ke luar daerah tetap dapat menimbulkan beban tambahan, terutama untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi keluarga yang mendampingi pasien.

Karena itu, peningkatan kapasitas RSUD Kondosapata dinilai penting agar lebih banyak kebutuhan kesehatan masyarakat Mamasa dapat ditangani di daerah sendiri.

Kunjungan Gibran ke RSUD Kondosapata sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan dan pelayanan kesehatan di daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bagi masyarakat Mamasa, keberadaan rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai, tenaga medis yang cukup, dan layanan spesialis yang lengkap bukan sekadar persoalan pembangunan infrastruktur. Hal tersebut menjadi kebutuhan penting agar pasien tidak harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya dapat tersedia di daerah sendiri. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *