Ketegangan Trump-Zelensky, IRGC: Negara Muslim Harus Waspada

INTERNASIONAL166 Dilihat

International – Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Laksamana Muda Alireza Tangsiri, mengomentari pertemuan baru-baru ini antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, Tangsiri menyebut peristiwa tersebut sebagai contoh nyata dari risiko besar yang dihadapi negara-negara yang terlalu bergantung pada kekuatan asing.

Pertemuan yang awalnya bertujuan membahas dukungan militer dan kerja sama ekonomi itu berakhir lebih cepat dari yang dijadwalkan setelah suasana menjadi tegang. Zelensky bahkan memilih meninggalkan pertemuan lebih awal.

Menyusul kejadian itu, Trump menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa Ukraina “tidak siap untuk perdamaian jika Amerika terlibat.”

Menanggapi insiden ini, Tangsiri menegaskan bahwa peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana ketergantungan terhadap kekuatan eksternal dapat berujung pada kekecewaan.

“Siapa pun yang berharap pada kekuatan selain Tuhan, akhirnya akan menghadapi kenyataan pahit, sebagaimana yang terjadi pada Ukraina,” ujarnya.

Ia juga menarik perbandingan dengan situasi di Irak, menyoroti bagaimana intervensi AS di negara tersebut tidak membawa perubahan positif yang berarti.

Menurutnya, pengalaman ini menjadi pelajaran bagi negara-negara di kawasan untuk lebih mengedepankan kemandirian dibanding bergantung pada kebijakan Washington.

“Jika Trump bersikap demikian terhadap Ukraina yang notabene bagian dari Eropa, maka sudah dapat dipastikan bagaimana pandangannya terhadap negara-negara Muslim,” tambah Tangsiri.

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan bantuan militer AS untuk Ukraina. Trump sendiri mengisyaratkan kemungkinan pengurangan dukungan, sementara negara-negara Eropa, seperti Jerman, berusaha meyakinkan Kiev bahwa mereka tetap berkomitmen.

Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa Ukraina masih dapat mengandalkan dukungan dari Berlin dan negara-negara Eropa lainnya. Sementara itu, Rusia menyambut baik meningkatnya ketegangan dalam hubungan Washington-Kiev.

Menutup pernyataannya, Tangsiri kembali menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi Iran guna menghadapi tantangan domestik.

Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada kekuatan asing hanya akan melemahkan kedaulatan nasional dan menimbulkan konsekuensi yang merugikan.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *