Kapolres Mamasa Tekankan Sinergi SAR, Respons Bencana di Wilayah Pegunungan Diperkuat

Mamasa139 Dilihat

BERITA12.COM — Kehadiran Gedung Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Kabupaten Mamasa dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan kondisi darurat, khususnya di wilayah pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan potensi bencana cukup tinggi.

Peresmian gedung Unit Siaga SAR Mamasa berlangsung di Jalan Poros Polewali-Mamasa, Dusun Rante-Rante, Desa Osango, Selasa (18/8/2026) pagi.

Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S.H., S.I.K. diwakili Wakapolres Mamasa Kompol Najamuddin, S.Pd. dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran Polres Mamasa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat respons terhadap bencana dan kondisi darurat di wilayah hukum Kabupaten Mamasa.

Kompol Najamuddin turut mengikuti prosesi peresmian gedung yang ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis bersama Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Mamuju Mahmud Afandi dan Bupati Mamasa Wellem Sambolangi.

Bagi jajaran kepolisian, keberadaan Unit Siaga SAR di Mamasa menjadi bagian penting dari penguatan sistem penanganan keadaan darurat. Terlebih, karakter wilayah Mamasa yang didominasi kawasan pegunungan membuat akses menuju lokasi kejadian kerap menjadi tantangan tersendiri.

Kolaborasi antara kepolisian, Basarnas, pemerintah daerah, TNI, BPBD, serta unsur terkait lainnya dinilai diperlukan agar proses evakuasi maupun pertolongan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Mamuju Mahmud Afandi mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat.

Menurut dia, keberadaan unit siaga di Mamasa diharapkan mampu memperpendek waktu respons ketika terjadi kecelakaan, bencana maupun kondisi lain yang membutuhkan pertolongan dan evakuasi.

“Keberadaan unit siaga ini merupakan upaya mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat,” ujar Mahmud.

Ia berharap sinergi antara Basarnas dan seluruh unsur terkait dapat terus diperkuat sehingga setiap operasi kemanusiaan dapat berjalan cepat, tepat, terpadu dan profesional.

Kabupaten Mamasa sendiri memiliki sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi, mulai dari tanah longsor, banjir bandang hingga kebakaran hutan. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan personel dan kecepatan mobilisasi menjadi faktor penting dalam menyelamatkan masyarakat ketika bencana terjadi.

Peresmian Unit Siaga SAR ini turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Kasdim 1428/Mamasa Mayor Inf Hasruddin, Kalaksa BNPB Mamasa Fredi Toding, serta jajaran perangkat daerah dan personel Unit SAR Mamasa.

Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, koordinasi penanganan keadaan darurat di Mamasa diharapkan semakin solid. Kepolisian juga menjadi salah satu unsur yang memiliki peran penting dalam mendukung proses evakuasi, pengamanan lokasi, hingga memastikan keselamatan masyarakat selama operasi kemanusiaan berlangsung.

Kehadiran Wakapolres Mamasa dalam peresmian tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Polres Mamasa untuk terus membangun sinergi dengan Basarnas dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pegunungan Mamasa.

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *