Di Hari Nakba, Furqan Serukan Poros Global Lawan Imperialisme

Jakarta300 Dilihat

JAKARTA, Berita12.com – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, menyerukan agar Indonesia dan Iran memimpin terbentuknya poros global anti-imperialisme sebagai upaya melawan dominasi kekuatan dunia yang selama ini menjadi sponsor utama penjajahan dan kekerasan di Palestina.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri pertemuan dengan Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Dr. Mohammad Bager Ghalibaf, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (15/5), bertepatan dengan peringatan Hari Nakba.

“Iran dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjuangan anti-penjajahan. Keduanya harus memimpin terbentuknya Front Global Anti-Imperialisme, meneruskan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung,” ujar Furqan di hadapan tokoh-tokoh penting seperti Duta Besar Iran untuk Indonesia Dr. Muhammad Boroujerdi, perwakilan MUI, NU, Muhammadiyah, ICMI, dan sejumlah akademisi dari berbagai kampus Islam.

Baca juga: FPN Bentuk POKJA di 67 Daerah, Perkuat Dukungan untuk Palestina

Furqan menegaskan, konsolidasi bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang pernah mengalami penjajahan sangat penting untuk memperkuat solidaritas global, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

“Front ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang telah menekankan pentingnya solidaritas dunia Islam dan negara-negara Selatan dalam berbagai forum internasional, termasuk di KTT D8, Turki, Amerika Latin, hingga Konferensi Parlemen OKI di Jakarta,” katanya.

Desak NU dan Muhammadiyah Kepung Kedubes AS

Lebih jauh, Furqan juga menyerukan aksi nyata di dalam negeri. Ia mendesak dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, untuk turun ke jalan mengepung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Tujuannya jelas: mendesak AS menghentikan dukungannya terhadap Israel.

“Amerika menyumbang lebih dari 80% persenjataan Israel. Mereka adalah sponsor utama genosida di Gaza. NU dan Muhammadiyah harus bersatu, turun ke jalan, kepung Kedubes AS. Rakyat Yaman saja setiap Jumat turun berjuta-juta mendukung Palestina. Bahkan mereka berani menembakkan rudal ke Israel dan kapal induk Amerika,” tegas Furqan.

Ia pun menyinggung inkonsistensi publik di Indonesia, yang bisa memobilisasi massa dalam jumlah besar untuk isu-isu domestik, namun nyaris tak terlihat saat ratusan ribu warga Palestina menjadi korban genosida.

Sindiran untuk Negara Arab

Furqan juga melontarkan kritik tajam kepada negara-negara Arab yang menurutnya justru memilih berbisnis dengan Amerika di tengah penderitaan rakyat Gaza.

Dalam lawatannya ke Timur Tengah, kata Furqan, Donald Trump bahkan disambut karpet merah dan meraih janji investasi senilai total 52.000 triliun rupiah dari Arab Saudi, UEA, dan Qatar.

Baca juga: FPN Dukung Prabowo Galang Persatuan Lawan Imperialisme Global

“Ketika warga Gaza dibantai, negara-negara Arab justru menyambut presiden negara sponsor genosida dengan kontrak bisnis bernilai fantastis,” pungkasnya.

Furqan menegaskan, sudah saatnya Indonesia dan Iran memimpin gerakan nyata dalam solidaritas global, melawan dominasi kekuatan yang membiarkan kejahatan kemanusiaan terus berlangsung di Palestina.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *