JAKARTA, Berita12.com — Di tengah kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Minggu (5/10/2025), massa dari Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi simpatik di kawasan Tugu Tani, Menteng Raya, Jakarta Pusat.
Puluhan aktivis hadir mengenakan atribut Palestina dan membentangkan dua spanduk besar. Salah satunya bertuliskan “Pak Prabowo, Ayo Lawan Zionisme/Kolonialisme/Imperialisme/Penjajah”, dan satu lagi berbunyi “Zionisme = Kolonialisme = Imperialisme = Penjajah, Harus Dilawan Pak Presiden!!”
Aksi ini berlangsung damai sejak pukul 08.00 hingga 10.15 WIB, di bawah pengawasan aparat kepolisian. Massa sempat berencana melakukan long march ke Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Istana Negara, namun rencana itu dibatalkan karena padatnya lalu lintas akibat parade militer HUT TNI.
Dukungan Moril untuk Presiden Prabowo
Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk dukungan moral kepada Presiden Prabowo Subianto agar lebih tegas menyuarakan sikap Indonesia melawan zionisme, kolonialisme, dan imperialisme di panggung dunia.
“Hari ini kami aksi untuk memberikan dukungan moril kepada Presiden Prabowo agar tegas melawan zionisme. Selain di Jakarta, aksi serupa juga digelar serentak di sejumlah kota, seperti Bandung, Solo, Surabaya, Pekanbaru, Jember, Makassar, Kendari, Majene, dan Baubau,” ujar Furqan di lokasi.
Ia menegaskan, zionisme bukan sekadar isu politik Timur Tengah, tetapi simbol penjajahan modern yang masih mengancam kemanusiaan global.
Zionisme Disebut Wajah Baru Kolonialisme
Menurut Furqan, sejak awal berdirinya, gerakan zionisme merupakan proyek kolonialisme Barat yang berupaya menguasai sumber daya dan wilayah strategis di Timur Tengah. Ia merujuk pada pemikiran Theodore Herzl, tokoh pendiri Israel, dalam Kongres Zionis Internasional di Basel, Swiss, tahun 1897.
“Zionisme itu bukan sekadar ide keagamaan, tapi agenda politik kolonial. Mereka ingin menjadikan Israel sebagai benteng imperialisme Barat di Asia Barat,” tegasnya.
Furqan juga menuding Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sebagai aktor utama yang menopang kekuatan militer Israel. Menurutnya, 80 persen senjata dan amunisi Israel berasal dari bantuan militer AS, termasuk rudal berpemandu presisi yang digunakan dalam serangan ke Gaza.
PBB dan Dunia Akademik Akui Tindakan Genosida
Furqan menyebut, bukti tindakan genosida Israel terhadap warga Palestina semakin kuat. Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB telah menyatakan bahwa otoritas Israel dan militernya melakukan dan terus melakukan kejahatan genosida di Jalur Gaza.
Dua lembaga HAM asal Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Rights-Israel, juga menegaskan bahwa pemerintah Israel melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Bahkan, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant atas dugaan kejahatan perang.
“Ini bukan lagi soal politik, tapi soal kemanusiaan. Dunia harus berani menyebut pelaku genosida dengan nama sebenarnya,” kata Furqan.
Korban di Gaza Terus Bertambah
Data Kementerian Kesehatan Palestina per 3 Oktober 2025 mencatat lebih dari 66 ribu korban tewas dan 169 ribu luka-luka akibat serangan Israel. Namun, angka sebenarnya diyakini jauh lebih besar karena banyak korban masih tertimbun reruntuhan atau belum tercatat secara resmi.
Mengutip riset akademis Profesor Richard Hil dan Dr. Gideon Polya, Furqan menyebut jumlah korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 bisa mencapai 680 ribu jiwa, termasuk sekitar 380 ribu anak di bawah lima tahun (balita).
Laporan ini selaras dengan analisis jurnal medis The Lancet yang memperkirakan jumlah kematian tidak langsung akibat perang bisa mencapai 3 hingga 15 kali lipat dari angka kematian langsung, akibat kelaparan, penyakit, dan kerusakan infrastruktur medis.
AS Dinilai Hambat Perdamaian
Dalam orasinya, Furqan juga mengkritik keras sikap Amerika Serikat yang dinilai menghambat upaya gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB. Sejak meletusnya konflik “Badai Al Aqsa”, AS telah enam kali memveto resolusi gencatan senjata permanen yang diajukan komunitas internasional.
“Setiap kali dunia sepakat hentikan pembantaian, AS selalu memveto. Ini bentuk kemunafikan diplomatik yang mempertahankan penjajahan,” ucap Furqan.
Ia juga menilai proposal perdamaian terbaru Donald Trump hanyalah bentuk lain dari tekanan terhadap pejuang Palestina.
“Itu bukan solusi, melainkan upaya pelucutan perjuangan Gaza secara halus,” tambahnya.
Manipulasi Citra dan Respons Indonesia
FPN menyoroti langkah Israel yang belakangan menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto dalam iklan billboard bersama beberapa pemimpin Timur Tengah, yang dipersepsikan sebagai “circle Israel.”
Furqan menilai langkah tersebut sebagai propaganda manipulatif yang melukai hati rakyat Indonesia.
“Perangai manipulatif Israel ini melukai hati rakyat Indonesia yang setia membela Palestina, sesuai amanat konstitusi dan sejarah bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, rakyat Indonesia memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk berdiri di pihak Palestina, sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia.
Pesan Moral untuk Presiden Prabowo
Aksi FPN di Tugu Tani diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan doa bersama untuk rakyat Palestina. Massa menyerukan agar Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memperkuat posisi diplomatik di PBB, mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina, serta menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel.
“Zionisme adalah kolonialisme dan imperialisme modern. Karena itu, harus dilawan oleh semua bangsa yang mencintai kemerdekaan,” pungkas Furqan, yang juga dikenal sebagai aktivis gerakan reformasi 1998.
Selain aktivis FPN, aksi ini juga diikuti oleh jaringan International League of Peoples’ Struggle (ILPS) dan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selama aksi berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.
Editor: Hapsa
(Berita12)






