MAMASA, Berita12.com — Penantian panjang warga Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, selama delapan dekade akhirnya berakhir. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, aliran listrik resmi masuk ke wilayah ini.
Peresmian jaringan listrik dilakukan langsung oleh Bupati Mamasa Welem Sambolangi di Desa Salutambun Ulusalu, Rabu (22/10). Momen ini menjadi tonggak bersejarah bagi masyarakat yang selama 80 tahun hidup tanpa penerangan listrik.
“Saya menyampaikan selamat kepada masyarakat yang kini bisa menikmati listrik dari negara,” ujar Welem dalam sambutannya yang disambut sorak gembira warga.
Menurutnya, penyalaan listrik di Pana bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud nyata tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
“Ini adalah jawaban dari doa dan keluh kesah masyarakat selama ini. Pemerintah hadir untuk menjawab itu,” tegasnya.
Jaringan listrik yang baru beroperasi ini mencakup lima desa, yakni Ulusalu, Ulusalu Indah, Sapan, Saloan, dan Salutambun.
Tanggung Jawab Moril Pemimpin
Bupati Welem mengaku penyediaan listrik di wilayah terpencil seperti Pana bukan perkara mudah. Namun, ia menegaskan, pemerintah tidak boleh berhenti hanya karena adanya kendala di lapangan.
“Apapun alasannya, listrik di Salutambun harus menyala. Kalau ada masalah, itulah tugas pemerintah untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
Welem menilai keberhasilan membawa listrik ke Pana adalah bentuk nyata komitmen moralnya sebagai pemimpin daerah.
“Ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, tapi juga tanggung jawab moril bagi kami sebagai pemimpin Mamasa,” kata dia.
Peresmian jaringan listrik ini juga dihadiri oleh pejabat Pemkab Mamasa, Kepala Dinas PUPR, dan perwakilan PLN setempat.
Bagi masyarakat Pana, momen ini bukan sekadar penyalaan lampu, tetapi simbol harapan baru bahwa daerah terpencil pun berhak mendapatkan terang yang sama.
(Berita12)






