Manokwari, Berita12.com — Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan kerusakan lingkungan global, sebuah model pendidikan alternatif lahir dari Muhammadiyah di Manokwari, Papua Barat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti secara resmi membuka Unit Sekolah Baru (USB) SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari.
Berlokasi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Arfai, Manokwari Selatan, SMAMCO mencetak sejarah sebagai sekolah berbasis konservasi pertama di Indonesia yang memadukan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan semangat keberagaman dalam satu ekosistem pembelajaran.
Peresmian ini sekaligus menandai peluncuran resmi Kurikulum Konservasi SMAMCO, hasil kolaborasi inovatif bersama EcoBhinneka Muhammadiyah dan WWF-Indonesia.
Kurikulum ini dirancang sebagai model pendidikan konservasi yang berakar pada perpaduan nilai agama, sains, dan kearifan lokal Papua Barat.
Turut hadir dalam peresmian yang berlangsung khidmat ini, Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere, Bupati Manokwari Hermus Indou, Wakil Bupati Mugiyono, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Papua Barat.
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti mengapresiasi dukungan sinergis dari Pemerintah Daerah, Forkopimda, PWM Papua Barat, WWF-Indonesia, Eco Bhinneka Muhammadiyah, dan masyarakat.
“SMAMCO Manokwari memiliki ciri khas yang sangat baik karena mengintegrasikan pendidikan dengan konservasi lingkungan. Ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun generasi yang unggul sekaligus memiliki kesadaran menjaga alam,” tegas Abdul Mu’ti dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Sabtu (30/5/2026).
Beliau juga menekankan pentingnya membangun kecerdasan ekologis sejak dini dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan kesadaran manusia untuk menjaga bumi sebagai amanah bersama di tengah ancaman global warming.
(Berita12)










