Aksi Damai Bela Palestina Kembali Digelar FPN Kendari, Serukan Hentikan Dukungan Senjata ke Israel

NASIONAL347 Dilihat

KENDARI, Berita12.com – Solidaritas terhadap rakyat Palestina kembali bergema di Kota Kendari. Minggu, 20 Juni 2025.

Free Palestine Network (FPN) Pokja Kendari menginisiasi aksi damai ini sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina melawan agresi Israel.

Berbeda dari aksi sebelumnya di Kolaka, kali ini FPN menggandeng Majelis Taklim BTN Azatata Citra, BTN Wahana, dan sejumlah elemen perempuan dari Kohati Kendari.

Sekitar 60 peserta memulai aksi dari Masjid Nurul Husnah, BTN Azatata, dengan berjalan kaki menuju Bundaran Kantor Gubernur Sultra di Jalan Halu Oleo.

Sembari berjalan, peserta melantunkan sholawat dan menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Di lokasi aksi, mereka menampilkan teatrikal, pembacaan puisi, dan orasi yang menggugah.

Koordinator aksi, Rahmawati Amin, menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina tak boleh surut. Ia menyuarakan solusi tunggal sebagai jalan keadilan.

“One-state solution – Palestina harus merdeka dan dipimpin oleh rakyat Palestina sendiri,” tegasnya.

Rahmawati juga mengecam negara-negara besar yang masih menyuplai senjata ke Israel.

“Kami menuntut Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jerman segera menghentikan dukungan militer kepada Israel yang digunakan untuk menyerang warga sipil Palestina,” lanjutnya.

Aksi ditutup dengan doa bersama untuk kemenangan rakyat Palestina.

FPN Desak Aksi Nasional Tekan AS Hentikan Genosida di Palestina

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, dalam pernyataannya menegaskan bahwa aksi solidaritas tidak hanya berlangsung di Kendari, tetapi juga dilakukan serentak di berbagai kota seperti Jakarta, Medan, Pekanbaru, Bogor, Makassar hingga Surabaya.

Di Jakarta, ratusan massa FPN melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Aksi itu bertujuan menekan AS dan sekutunya agar menghentikan dukungan terhadap kejahatan perang Israel.

“Genosida di Palestina hanya bisa dihentikan jika aliran senjata dari negara-negara besar ke Israel disetop. Ini bukan hanya isu Palestina, tapi soal keadilan kemanusiaan global,” ujar Furqan.

Ia juga menyerukan konsolidasi gerakan sipil di Indonesia untuk menggalang kekuatan internasional yang menentang imperialisme global.

“Indonesia punya sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa lain. Sudah saatnya Indonesia kembali memimpin dunia melalui Front Internasional Anti-Imperialisme,” tegasnya.

Furqan mengingatkan bahwa Palestina adalah satu-satunya peserta Konferensi Asia-Afrika 1955 yang belum merdeka.

“Kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah bagi dunia. Ini bukan sekadar solidaritas, tapi tanggung jawab moral kita semua,” pungkasnya.

(B12/Amc)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *