Aktivis Sulbar Kecewa, DPRD Mamuju Dinilai Abaikan Permintaan Audiensi

Mamuju322 Dilihat

MAMUJU – Sejumlah aktivis di Sulawesi Barat (Sulbar) menyampaikan kekecewaannya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju yang dinilai mengabaikan surat audiensi yang diajukan oleh Gerakan Vendetta.

Surat tersebut berisi permintaan dialog antara pemuda dan DPRD untuk membahas berbagai isu strategis di daerah.

Hingga kini, surat tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari DPRD. Kondisi ini memicu reaksi keras dari aktivis, yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk kurangnya perhatian terhadap aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

“Sebagai wakil rakyat, DPRD seharusnya responsif terhadap aspirasi masyarakat. Ini bukan hanya soal surat yang diabaikan, tetapi lebih pada lemahnya komunikasi antara DPRD dengan konstituen mereka,” ujar salah seorang aktivis. Senin, (13/1/2025).

Menurutnya, surat audiensi itu bertujuan membuka ruang dialog dan sinergi antara pemuda dan DPRD untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Namun, ketidakresponsifan DPRD justru dianggap menunjukkan kurangnya keseriusan wakil rakyat dalam menjalankan perannya.

“DPRD bukan hanya lembaga pembuat kebijakan, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun daerah. Karena itu, kami mendesak agar mereka segera merespon dan membuka ruang komunikasi yang inklusif dengan semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Para aktivis berharap DPRD lebih terbuka terhadap kritik dan masukan demi terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingin DPRD tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak. Jika komunikasi dengan pemuda saja tidak berjalan baik, bagaimana mereka bisa memahami kebutuhan masyarakat secara luas?”

Sebagai tindak lanjut, pemuda dan aktivis di Mamuju merencanakan aksi damai untuk menekan DPRD agar segera merespon surat audiensi tersebut.

Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk memicu konflik, melainkan sebagai pengingat akan tanggung jawab DPRD sebagai perwakilan rakyat.

“Kami akan tetap menempuh jalur damai, namun jika ini terus diabaikan, kami akan menggalang dukungan lebih luas agar suara rakyat benar-benar didengar,” pungkas salah satu perwakilan aktivis.(Ad)

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *