Mamuju, Berita12.com – APSP Desak Kejati Sulbar Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Sawit di Pasangkayu.
Kuasa hukum Asosiasi Petani Sawit Pasangkayu (APSP) mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar) segera merespons laporan resmi terkait dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan lahan sawit di wilayah Kabupaten Pasangkayu.
Laporan tersebut diserahkan langsung ke bagian Tata Usaha Kejati Sulbar pada 5 Juni 2025 pukul 14.16 WITA, dan telah diterima dengan Tanda Terima Surat bernomor: 035/HJ-B&P/VI/2025.
Menurut kuasa hukum APSP, Hasri, laporan tersebut berisi dokumen administrasi dan keterangan pendukung yang menunjukkan adanya indikasi pelanggaran hukum oleh pihak pengelola kebun sawit.
Dugaan ini mencakup praktik yang merugikan petani plasma secara sistematis dan berlangsung dalam jangka panjang.
“Kami meminta Kejati Sulbar untuk segera merespons. Petani sudah terlalu lama menunggu kejelasan. Ini bentuk ikhtiar hukum terakhir yang kami tempuh demi menegakkan hak-hak petani,” tegas Hasri, Selasa (17/6/2025).
Namun hingga berita ini disusun, APSP menyatakan belum mendapat tanggapan resmi dari Kejati Sulbar. Mereka menilai lambannya respons sebagai bentuk kelalaian dalam menangani laporan masyarakat yang sudah disusun secara sah dan dapat diverifikasi secara hukum.
Ultimatum 14 Hari
APSP memberikan tenggat waktu 14 hari kerja kepada Kejati Sulbar untuk merespons laporan tersebut. Jika tidak ada langkah konkret, APSP menyiapkan sejumlah aksi lanjutan, di antaranya:
- Mengawal proses hukum secara terbuka dan transparan.
- Menggalang dukungan masyarakat dan menyiapkan langkah hukum tambahan.
- Mengadukan kasus ini ke Kejaksaan Agung RI dan Komisi Kejaksaan RI.
- Mengundang perhatian media nasional dan lembaga antikorupsi.
Selain itu, APSP meminta Kejati Sulbar membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut, sekaligus menjamin perlindungan hukum yang adil bagi petani plasma.
“Sudah waktunya aparat penegak hukum berpihak pada rakyat kecil yang selama ini berjuang sendirian,” tutup Hasri.
(B12/HI)






