AWT Desak APH Periksa Mitra dan Pemasok MBG Sumarorong

Mamasa261 Dilihat

Berita12.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Andi Waris Tala (AWT) kembali menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Ketua LSM Gerak AWT, Andi Waris Tala, meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG Sumarorong, mulai dari sistem pengadaan bahan baku, keterlibatan tenaga ahli gizi, hingga kualitas makanan yang disajikan kepada peserta didik.

Menurut Andi Waris, pihaknya menerima informasi yang mengindikasikan bahwa keterlibatan tenaga ahli gizi dalam penyusunan dan pengawasan menu makanan di SPPG Sumarorong belum berjalan optimal.

Selain itu, ia juga menyoroti dugaan terbatasnya jumlah pemasok bahan baku yang terlibat dalam operasional dapur MBG tersebut.

“Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi membutuhkan banyak pemasok untuk memenuhi kebutuhan bahan baku harian seperti beras, telur, ayam, ikan, sayur, buah, bumbu hingga minyak goreng. Namun kami menduga SPPG Sumarorong hanya melibatkan dua supplier saja,” kata Andi Waris, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi membatasi keterlibatan pelaku usaha lokal dalam program yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, AWT mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap mitra dan pemasok yang terlibat dalam operasional SPPG Sumarorong.

“Mitra dan supplier harus diperiksa. Jangan sampai ada dugaan kerja sama khusus di antara mereka yang berpotensi merugikan program dan masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya menyoroti aspek tata kelola, AWT juga mempertanyakan kualitas menu makanan yang diberikan kepada peserta didik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyajian ikan bandeng dalam menu MBG pada pekan lalu.

Menurut Andi Waris, ikan bandeng memang memiliki kandungan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak. Namun, ikan tersebut dikenal memiliki banyak duri halus sehingga memerlukan proses pengolahan yang tepat sebelum disajikan, khususnya bagi anak usia dini.

“Menu ikan memang baik untuk kebutuhan gizi anak. Namun harus dipastikan aman dikonsumsi, khususnya bagi anak-anak PAUD dan SD. Jangan sampai justru menimbulkan risiko karena pengolahan yang kurang maksimal,” ujarnya.

Atas sejumlah temuan dan informasi yang diterima, pihaknya meminta Satgas MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), serta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi lapangan terhadap operasional SPPG Sumarorong.

Menurutnya, langkah tersebut penting guna memastikan standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pemilik dapur MBG Sumarorong, Linggi, belum membuahkan hasil. Berdasarkan keterangan wartawan, nomor WhatsApp yang sebelumnya aktif dengan tanda centang dua berubah menjadi centang satu saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG Sumarorong mengenai tudingan yang disampaikan oleh LSM Gerak AWT. (Ar)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *