BPBD Sulbar Terus Perhatikan Kebutuhan Dasar Masyarakat yang Terdampak Kekeringan

MAMUJU, Berita12.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) menyampaikan perkembangan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, serta distribusi air bersih di wilayah Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan informasi situasi per Selasa, 12 Oktober 2026, pukul 11.00 WITA.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Sulbar, hingga waktu pelaporan belum terdapat peningkatan data kejadian karhutla maupun kebakaran permukiman di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Meskipun demikian, upaya pemadaman masih berlangsung di sejumlah titik yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, agar seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa pemantauan dan koordinasi penanganan bencana terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi dapat diketahui secara berkala dan langkah penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.

Adapun wilayah yang masih dalam proses pemadaman, berdasarkan laporan Pusdalops, meliputi:
1. Kabupaten Mamuju, tepatnya di Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo. Penanganan telah memasuki hari ke-8, dengan estimasi sekitar 5 hektare lahan telah tertangani dari total perkiraan 20 hektare lahan yang terbakar. Upaya pemadaman dan pengendalian api masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
2. Kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di Dusun Kanusuang, Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo. Penanganan kebakaran masih berlangsung dan memerlukan pemantauan serta koordinasi lebih lanjut dengan unsur terkait.

Selain penanganan kebakaran, BPBD juga terus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. Di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju Tengah, pendistribusian air bersih masih dilakukan secara intensif untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan, khususnya bagi warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih. BPBD bersama pihak terkait terus berupaya menjaga keberlanjutan pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa pemantauan perkembangan karhutla dan kebakaran permukiman, koordinasi lintas sektor, serta pelayanan bagi masyarakat terdampak harus terus dilaksanakan secara terpadu. Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, segera melaporkan apabila menemukan titik api, dan menggunakan air secara bijak di tengah kondisi kekeringan.

 

 

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *