Bupati Mamasa dan Kajari Bahas Pengembalian Dana Rp 81 Miliar

Mamasa893 Dilihat

MAMASA – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa, Musa, untuk membahas sejumlah persoalan daerah, terutama terkait pemulihan dan perbaikan tata kelola keuangan serta aset daerah.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kejaksaan dalam menangani berbagai isu, termasuk langkah pengembalian dana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp 81 miliar.

Kajari Mamasa meminta agar pemerintah daerah segera menyerahkan laporan resmi terkait temuan tersebut.

“Laporan ini akan sangat berpengaruh pada percepatan penanganan kasus ini. Setelah menerima data dari pemerintah daerah, kami akan segera mengundang pihak terkait untuk menindaklanjutinya,” ujar Musa.

Menanggapi hal itu, Bupati Welem Sambolangi menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyiapkan data yang diperlukan.

“Kami akan memasukkannya dalam Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan kejaksaan. Selain itu, kami juga berharap ada itikad baik dan kesadaran dari pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan keuangan daerah ini,” ungkap Welem.

Selain temuan BPK, pertemuan tersebut juga membahas permasalahan aset daerah yang masih dikuasai masyarakat. Salah satu sorotan utama adalah kendaraan dinas (Randis) yang belum dikembalikan dan tunggakan pajak kendaraan dinas yang mencapai Rp 4 miliar, meskipun anggarannya telah tersedia.

Tak hanya itu, pemerintah daerah dan kejaksaan juga membahas strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa langkah yang dibahas meliputi optimalisasi pendapatan dari sektor retribusi pasar, pemanfaatan aset daerah seperti lapangan, serta peningkatan kepatuhan dalam penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bupati Welem menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi defisit fiskal yang masih menjadi tantangan bagi Kabupaten Mamasa.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah demi kemajuan Mamasa. Sinergi dengan kejaksaan akan menjadi kunci dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan,” tegasnya.

Kajari Mamasa pun menyatakan dukungannya terhadap visi dan misi Welem Sambolangi serta Wakil Bupati H. Sudirman, khususnya dalam 100 hari kerja ke depan.

“Dengan kerja sama yang solid, diharapkan semua permasalahan yang ada dapat ditangani dengan baik demi kemajuan Mamasa,” pungkas Musa.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *