Bupati Mamasa Minta Kementan Perkuat Irigasi hingga Pupuk Demi Swasembada Pangan

Mamasa112 Dilihat

MAMASA, Berita12.com — Bupati Mamasa Welem Sambolangi meminta Kementerian Pertanian (Kementan) turun tangan membantu mengatasi sejumlah persoalan krusial sektor pertanian di wilayahnya, mulai dari irigasi, ketersediaan pupuk, hingga penyediaan bibit yang sesuai dengan kondisi geografis Mamasa.

Permintaan itu disampaikan Welem saat menerima kunjungan dua tenaga ahli Menteri Pertanian, Muhammad Arsyad dan Hendri Sosiawan, di Rumah Jabatan Bupati Mamasa, Selasa malam (10/2/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mamasa memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan, khususnya melalui program pencetakan sawah baru.

Welem menilai Mamasa memiliki potensi sumber air yang melimpah. Namun, potensi tersebut belum mampu mendorong produktivitas pertanian karena keterbatasan infrastruktur irigasi.

“Air kita sangat menjanjikan, tetapi irigasi belum maksimal sehingga tidak sampai ke sawah. Kami berharap ada dukungan irigasi agar potensi pertanian bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujar Welem.

Selain irigasi, Welem juga menyoroti persoalan klasik yang terus membayangi petani Mamasa, seperti keterbatasan bibit, minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan), serta kelangkaan pupuk yang kerap dibarengi harga tinggi.

Menurut Welem, keluhan tersebut hampir selalu muncul dalam setiap pertemuannya dengan masyarakat, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Alasannya selalu sama. Bibit terbatas, alsintan kurang, pupuk sering langka dan harganya mahal. Ini membuat semangat petani menurun,” katanya.

Ia menggambarkan kondisi ironis yang kerap terjadi di lapangan. Pada saat tertentu petani memiliki dana, namun pupuk tidak tersedia. Di waktu lain, pupuk ada, tetapi petani tidak memiliki cukup uang untuk membelinya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa menjadikan penyaluran pupuk gratis sebagai salah satu program unggulan daerah. Kebijakan itu tetap dijalankan meski dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dengan segala keterbatasan APBD, kami tetap menyalurkan pupuk gratis dua kali dalam setahun. Ini bentuk komitmen kami untuk meringankan beban petani,” tegas Welem.

Welem juga menyinggung masalah bantuan bibit yang dinilai belum tepat sasaran. Bibit yang didatangkan dari daerah bersuhu panas, kata dia, sering kali tidak cocok dengan kondisi Mamasa yang berhawa dingin.

Karena itu, ia mengusulkan adanya program pembenihan lokal di Mamasa agar bibit yang dihasilkan lebih sesuai dengan kondisi alam setempat sekaligus memberdayakan petani lokal.

“Kalau pembenihan ada di Mamasa, bibitnya akan lebih adaptif dan petani kita juga ikut diberdayakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Welem menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut bermuara pada target besar daerah, yakni mewujudkan swasembada pangan, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal. Target itu, menurutnya, sejalan dengan agenda nasional dan mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mamasa.

“Kami ingin swasembada pangan, minimal untuk kebutuhan lokal. Ini juga penting untuk mendukung program MBG di Mamasa,” pungkasnya.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *