MAMASA, Berita12.com — Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa H. Muhammad Syukur, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan inspeksi ke pasar sementara Kota Mamasa, Senin (26/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan rombongan menyapa para pedagang, mendengar langsung keluhan mereka, sekaligus mengecek ketersediaan stok dan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar.
Bupati Welem meminta para pedagang untuk tetap bersabar selama pemerintah daerah terus melakukan pembenahan dan persiapan pembangunan pasar permanen di masa mendatang.
“Kami meminta para pedagang untuk bersabar sementara waktu. Pemerintah daerah terus berupaya membenahi kondisi pasar dan mempersiapkan pembangunan pasar permanen ke depan,” ujar Welem.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menegaskan kepada para pedagang agar tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan, termasuk kabar bahwa pasar sementara bukan milik pemerintah daerah. Ia secara tegas mengingatkan agar pedagang tidak membayar retribusi tanpa karcis resmi.
“Jangan ada yang membayar retribusi jika tidak memiliki karcis resmi dari pemerintah. Jangan mau dibodohi oleh oknum yang menyebarkan isu dan melakukan pungutan liar. Kalau bukan petugas resmi yang datang menagih, tolong jangan dibayar,” tegasnya.
Sejumlah pedagang memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Salah satu keluhan utama adalah permintaan agar pemerintah daerah menata ulang posisi pedagang agar tidak menyebar ke luar area pasar, sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman.
Bupati Welem bersama jajarannya mencatat seluruh keluhan yang disampaikan para pedagang. Ia memastikan persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat internal pemerintah daerah.
“Kami akan merumuskan semua masukan ini dalam pembahasan internal. Prinsipnya, pemerintah akan berpihak pada kenyamanan dan ketertiban pedagang sembari menunggu pasar permanen kembali dibangun,” ujar Welem.
(Berita12)






