Bupati Mamasa Imbau Warga Jaga Kedamaian di Tengah Situasi Kondusif yang Rawan Gejolak
MAMASA, Berita12.com — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyerukan masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan menjaga kedamaian di tengah meningkatnya ketegangan sosial yang sempat memicu kerusuhan di sejumlah daerah.
Dalam pernyataannya, Minggu (31/8), Welem menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur, yang tercermin dalam falsafah masyarakat Mamasa: “Sitayuk sipakasalle, sirande maya-maya, mesa kada dipotuo, pantan kada dipomati.” Filosofi itu, kata Welem, mengajarkan persatuan, saling menghargai, dan keteguhan dalam menghadapi persoalan bersama.
“Menyampaikan pendapat, aspirasi, maupun kritik adalah hak setiap warga negara. Tetapi dalam menyampaikannya, kita harus tetap menjaga ketenangan, kedamaian, serta melindungi aset bersama baik milik pemerintah, pribadi, maupun lembaga,” ujarnya.
Welem menekankan bahwa aksi menyampaikan aspirasi tidak boleh berujung pada kerusakan ataupun jatuhnya korban jiwa. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah.
“Karakter masyarakat Mamasa adalah cinta damai, bukan perusak. Karena itu, mari bersama-sama menjaga daerah ini, menjauhi provokasi, dan mengawal Mamasa agar tetap sejuk, aman, dan bermartabat,” tegasnya.
Bupati optimistis, baik masyarakat yang tinggal di Mamasa maupun diaspora yang berada di luar daerah, tetap memiliki kebanggaan dan kecintaan terhadap kampung halaman. Ia berharap semangat persatuan ini menjadi pondasi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial di Mamasa.
(Berita12)









