Dampak Perang di Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak Naik 

Berita12.com — Dilansir dari dw.com, Pasar saham global anjlok karena tertekan oleh kenaikan harga minyak empat hari sebelum dimulainya serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, sementara kekhawatiran akan inflasi yang meluas semakin meningkat, Rabu (4/3/2026).

Pasar energi mengalami guncangan global pada hari Senin, dengan kenaikan harga minyak dan gas yang sangat tajam akibat perang di Timur Tengah, wilayah yang sangat penting untuk produksi dan ekspor hidrokarbon.

Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20% minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, kini praktis tertutup untuk lalu lintas: perusahaan pelayaran besar telah menangguhkan penyeberangan mereka karena lonjakan nilai premi asuransi.

Dalam konteks ini, harga minyak melonjak pada hari Selasa: minyak mentah Brent dari Laut Utara untuk pengiriman Mei naik 5,45% menjadi $81,98 per barel.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik 5,32%, menjadi $75,02.

Harga gas juga terus naik, dengan kontrak berjangka TTF Belanda, yang dianggap sebagai patokan untuk gas alam di Eropa, naik 22,50% menjadi 54,52 euro sekitar pukul 08:20 GMT. 

Harga gas alam Eropa melonjak setelah perusahaan energi milik negara Qatar, QatarEnergy, mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG) karena serangan Iran terhadap fasilitas dua pabrik pengolahan utamanya. 

Sebelumnya, salah satu kilang minyak terbesar di Arab Saudi terpaksa menghentikan sebagian operasinya. 

Indeks saham utama Seoul, Kospi, anjlok 7,24% pada hari Selasa, di tengah kerugian yang meluas di pasar saham utama Asia menyusul meluasnya perang di Timur Tengah.

Indeks Kospi, yang tetap tutup pada hari Senin, dibuka mengikuti tren negatif pasar Asia lainnya, seperti Nikkei Tokyo atau Hang Seng Hong Kong, yang ditutup kemarin dengan kerugian besar dan berlanjut hingga hari ini. 

Di sektor otomotif, produsen terkemuka Korea Selatan, Hyundai Motor, turun 11,72%, dan anak perusahaannya, Kia, merosot 11,29%, sementara produsen semikonduktor Samsung Electronics, saham acuan lokal, ditutup dengan penurunan 9,88%.

Sementara itu, LG Electronics, salah satu perusahaan terbesar di Asia, juga anjlok sebesar 12,42%.

 

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *