Dari Teheran untuk Dunia Islam: Kepergian Sang Pemimpin Perlawanan

INTERNASIONAL82 Dilihat

TEHERAN, Berita12.com — Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah wafatnya Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam yang dipandang oleh banyak pendukungnya sebagai pahlawan dan simbol perlawanan bagi rakyat Iran serta sebagian kalangan dunia Islam. Pengumuman berkabung disampaikan televisi pemerintah pada Minggu (1/3/2026).

Pemimpin Besar Imam Ali Khamenei meninggal pada usia 86 tahun menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleksnya di Teheran pada Sabtu pagi. Kabar ini sebelumnya dikonfirmasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Keluarga Ikut Jadi Korban

Laporan dari Fars menyebutkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Putri, menantu, cucu, serta salah satu menantu perempuan dilaporkan tewas dalam gelombang serangan yang menghantam Teheran dan beberapa kota lain.

Serangan gabungan AS–Israel dimulai Sabtu pagi dengan target di ibu kota Teheran serta kota-kota strategis seperti Tabriz di barat laut dan Isfahan di wilayah tengah Iran.

Pahlawan bagi Sebagian, Simbol Perlawanan

Bagi pemerintah dan dunia islam, Imam Ali Khamenei bukan sekadar pemimpin negara, tetapi simbol perjuangan dan keteguhan bangsa dalam menghadapi tekanan luar negeri.

Televisi Iran menggambarkan aksinya selama puluhan tahun sebagai tokoh yang konsisten mempertahankan kedaulatan bangsa serta menentang dominasi Barat di kawasan. Pernyataan resmi pemerintah menyebutnya sebagai figur yang tak pernah gentar melawan apa yang mereka sebut “kesewenang-wenangan global.”

Garda Revolusi Iran menyatakan duka cita mendalam atas kepergian Khamenei dan menegaskan bahwa tangan pembalasan bangsa Iran tidak akan berhenti sampai pihak yang mereka anggap bertanggung jawab mendapat hukuman tegas.

Reaksi Indonesia dan Dunia Islam

Meskipun berbagai pandangan barat mengkritik gaya kepemimpinannya, di sejumlah kalangan masyarakat Muslim, terutama pendukung pendekatan tegas terhadap kekuatan asing, Imam Ali Khamenei dipandang sebagai pahlawan yang memperkuat posisi Iran dan dukungan untuk isu-isu Islam global, seperti dukungan terhadap Palestina dan perlawanan terhadap intervensi asing.

Figur ini seringkali dikutip dalam pidato-pidato yang menekankan solidaritas umat Islam dan ketahanan terhadap tekanan luar, sebuah citra yang kuat di sejumlah komunitas Muslim di luar Iran.

Garda Revolusi Janji Balas

Pasukan elit pemerintah itu juga mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai “tindakan kriminal dan teroris” yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dan rezim Israel, serta menegaskan janji pembalasan atas kesyahidan Imam Ali Khamenei.

Perspektif Global

Imam Ali Khamenei memang merupakan sosok yang paling berpengaruh di Timur Tengah selama 36 tahun terakhir, memimpin Iran dengan gaya yang kuat dan kerap berkonfrontasi dengan Barat yang dipimpin Amerika, terutama dalam isu nuklir dan Palestina, kebijakan regional di Suriah, Lebanon, Irak, dan penolakan terhadap kekuatan asing di kawasan.

Walaupun banyak negara Barat mengkritik selama pemerintahannya, di kalangan pendukungnya ia dihormati sebagai pembela kedaulatan dan nilai-nilai Islam yang tidak tergoyahkan.

Kematian Imam Ali Khamenei membuka lembaran baru dalam sejarah Iran di tengah gejolak politik dan prospek pergantian kepemimpinan, serta reaksi dunia yang beragam terhadap warisan sang pemimpin tertinggi tersebut.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *