Di Akhir Zaman, Ikutilah Kelompok Kecil Bukan Kelompok Besar 

Agama, Opini264 Dilihat

Oleh: Diki Candra 

Berita12.com — Nabi Muhammad Saw telah menubuatkan secara jelas bahwa kelompok yang benar di akhir zaman adalah kelompok kecil (ghurabā’) — sementara kelompok besar dengan banyak pengikut justru banyak menyesatkan umat. Berikut Dalil Qur’an tentang kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah:

a.   QS. Al-An‘ām [6]: 116;

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.”

Tafsir Ibn Katsir:

Mayoritas manusia di bumi tidak berdiri di atas ilmu, tetapi pada zhann (prasangka) dan hawa nafsu. Maka kebenaran tidak diukur dengan jumlah pengikut, tetapi dengan kesesuaian terhadap wahyu.

b. QS. Saba’ [34]: 13-14;

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”

Menunjukkan bahwa yang benar dan bersyukur (taat kepada Allah) adalah kelompok kecil.

c.  QS. Al-‘Āraf [7]: 17;

“Dan engkau (Iblis) akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.”

Setan menargetkan mayoritas manusia. Maka kelompok besar justru lebih mudah digiring ke arah kesesatan massal.

d.  QS. Al-Ankabut [29]: 2-3;

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: ‘Kami beriman’, sedang mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka…”

Maka di ujung zaman, kelompok yang bertahan dalam ujian berat (bukan yang banyak) adalah yang benar-benar beriman.

Al-Ghurabā’  berasal dari kata ghurba yang berarti ; “Terasing, jauh dari kebiasaan umum, sedikit jumlahnya, dan tidak memiliki penolong banyak.” — Lisan al-‘Arab, Ibn Manzhur, 1/693.

Jadi, ghurabā’ adalah mereka yang asing dan sedikit karena tidak sama dengan kebanyakan manusia — baik dalam keyakinan, amalan, maupun orientasi hidup.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Maknanya, Islam bermula dengan sedikit pengikut di tengah kekafiran yang meluas, dan di akhir zaman ia kembali seperti itu; hanya sedikit yang memegangnya teguh.” — Syarh Shahih Muslim, Nawawi (2/175)

Ghurabā’ = orang-orang yang tetap memegang Islam saat mayoritas manusia meninggalkannya → kelompok kecil, terasing, dan menyendiri dalam prinsip.

Di akhir zaman, jumlah mereka sedikit, mereka terlihat “aneh” dan ditolak oleh kebanyakan orang, padahal merekalah yang memegang sunnah sejati. Mereka kelompok kecil di tengah umat yang rusak; berperan memperbaiki, bukan mengikuti arus.

Nabi Muhammad Saw bersabda: “Ghurabā’ itu adalah orang-orang saleh di tengah manusia yang banyak berbuat kejahatan; “mereka yang menentang mereka lebih banyak daripada yang menaati mereka.” — HR. Thabrani & Hakim, disahihkan oleh Al-Albani.

Di akhir zaman, golongan yang benar sedikit jumlahnya, sebagaimana tafsir Ibn Abbas dan Mujahid.

Aspek Ghurabā’ (Kelompok Kecil & Menyendiri) Mayoritas Manusia

Jumlah Sedikit – “qalīlun” (QS Saba’:13)

Banyak – “aktsaruhum” (QS Al-An‘ām:116)

Posisi Sosial

Asing, dianggap aneh

Populer, diterima umum

Ciri Ruhani

Teguh, beruzlah, memperbaiki agama

Mengikuti hawa nafsu, dunia, sistem rusak

Hadits Utama :

“Islam bermula asing…” (HR Muslim)

“Jika kamu ikuti kebanyakan orang, kamu akan sesat” (QS Al-An‘am:116)

Strategi Akhir Zaman

Uzlah & istiqamah

Ikut arus & fitnah.

Penutup Hikmah

“Jamaah itu bukanlah yang banyak, tapi yang sesuai dengan kebenaran walau engkau sendirian.” — Ibnu Mas‘ud (Riwayat Lalikai, Syarh Ushul I‘tiqad Ahlis Sunnah).

“Ghurabā’ itu tidak takut kesendirian, karena mereka bersama Allah ketika manusia bersama dunia.” — Ibn Qayyim, Madarijus Salikin.

Adapun Dalil Tentang Banyaknya Pengikut adalah ujian dan fitnah.

QS. Al-Mā’idah [5]: 49;

“Dan waspadalah terhadap mereka (orang banyak) agar mereka tidak memalingkanmu dari sebagian wahyu yang telah diturunkan kepadamu.”

QS. Al-Muddatsir [74]: 42-47;

Ketika penghuni surga bertanya kepada penghuni neraka, “Apa yang memasukkan kalian ke Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami tidak termasuk orang-orang yang shalat… dan kami mengikuti orang banyak yang sesat.”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan datang suatu masa, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti memegang bara api.” — HR. Tirmidzi, Hasan Shahih.

Artinya: di saat mayoritas longgar dan kompromi dengan dunia, yang tetap teguh hanyalah segelintir “ghurabā’” yang bersabar menanggung panasnya ujian.

“Kebenaran itu tidak diukur dari banyaknya pengikut, tetapi dari kesesuaiannya dengan wahyu.” — Ibn Mas‘ud. Dan Ibn Mas‘ud juga berkata: “Jamaah itu bukanlah yang banyak, tapi yang sesuai dengan kebenaran walau engkau sendirian.” (Riwayat Lalikai, Syarh Ushul I‘tiqad Ahlis Sunnah, no. 160)

 

Penulis adalah pendiri Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *