MAMASA – Dua gedung baru di SMKN Lambanan, Kabupaten Mamasa, disegel oleh para penyedia material dan pekerja bangunan karena upah mereka belum dibayarkan.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Irham Yakub, memberikan klarifikasi.
Baca juga: Tangkal Hoaks & Perpecahan, GMNI Mamasa Gaungkan Persatuan
Melalui pesan WhatsApp pada Jumat (31/1/2025), Irham menyatakan bahwa Dinas Pendidikan tidak mengetahui adanya tunggakan pembayaran kepada tukang. Menurutnya, seluruh anggaran untuk pembangunan sekolah tersebut telah dicairkan sepenuhnya.
“Kami di Dinas Pendidikan tidak berhubungan langsung dengan tukang, karena proyek ini dilaksanakan secara swakelola tipe 1. Artinya, ada pihak dari dinas yang ditunjuk melalui SK Kepala Dinas dan bertanggung jawab sebagai pelaksana proyek,” jelas Irham.
Baca: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_kejuruan
Ia menambahkan bahwa pelaksana proyek kemudian bermitra dengan koordinator tukang yang mengatur pekerjaan di lapangan.
“Koordinator ini yang merekrut para tukang. Jadi, kami masih mencari tahu di mana letak permasalahannya apakah di tingkat pelaksana atau di koordinator tukang. Sebab, secara administrasi, seluruh dana sudah disalurkan,” lanjutnya.
Irham menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya menghubungi pelaksana proyek untuk menelusuri penyebab mandeknya pembayaran upah para tukang.
(Berita12)












