FPN Desak Prabowo Turun Tangan, Bebaskan Jurnalis dan Relawan Indonesia yang Ditangkap Israel

INTERNASIONAL149 Dilihat

Berita12.com — Free Palestine Network (FPN) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah diplomatik guna membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis, yang ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Para WNI tersebut diketahui berada dalam armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang dicegat militer Israel di perairan internasional.

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, mengecam keras tindakan Israel yang dinilai sewenang-wenang dan melanggar hukum internasional.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo turun tangan membebaskan relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang ditangkap rezim Zionis Israel,” kata Furqan dalam keterangannya. Selasa, (19/5/2026).

Ia menegaskan, para relawan dan jurnalis itu tidak membawa senjata maupun terlibat aktivitas militer, melainkan membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza.

“Para relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia ditangkap rezim Zionis Israel di perairan internasional. FPN mengutuk keras tindakan sewenang-wenang Israel ini,” tegasnya.

Ketua Dewan Pakar FPN, Dr. Dina Y. Sulaeman, menyebut penangkapan terhadap relawan sipil dan jurnalis di wilayah perairan internasional bertentangan dengan prinsip kebebasan navigasi yang diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Menurutnya, tindakan tersebut juga dinilai melanggar Konvensi Jenewa yang memberikan perlindungan terhadap warga sipil, pekerja kemanusiaan, dan jurnalis dalam situasi konflik bersenjata.

“Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” ujar Dina.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, mengonfirmasi dua jurnalis media tersebut yang ikut dalam misi kemanusiaan dan ditangkap Israel adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai.

Selain dua jurnalis tersebut, terdapat tujuh WNI lain yang ikut dalam pelayaran Global Sumud Flotilla 2026.

Andi menjelaskan, para peserta misi datang membawa solidaritas kemanusiaan berupa obat-obatan, bantuan logistik, dan dukungan moral bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan agresi.

Berikut daftar sembilan WNI yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut:

* Bambang Noroyono (Abeng)
* Thoudy Badai
* Herman Budianto Sudarsono
* Ronggo Wirasanu
* Andi Angga Prasadewa
* Aras Asad Muhammad
* Hendro Prasetyo
* Andre Prasetyo Nugroho
* Rahendro Herubowo

Tak hanya WNI, sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga dilaporkan ikut ditangkap dalam operasi intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap armada bantuan tersebut.

Peristiwa ini memicu gelombang kecaman dari berbagai kelompok solidaritas Palestina yang mendesak komunitas internasional menekan Israel agar menghormati hukum humaniter internasional dan membebaskan seluruh relawan sipil yang ditahan. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *