FPN Serukan Blok Anti-Imperialisme, Ajak Indonesia Pimpin Gerakan Global

Jakarta353 Dilihat

SJAKARTA, Berita12.com – Massa FPN Kepung Kedubes AS, Serukan Hentikan Genosida Palestina dan Boikot Senjata ke Israel.

Ratusan orang yang tergabung dalam Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jumat, (20/6/2025) sore.

Aksi ini sebagai bentuk kecaman terhadap dukungan militer negara-negara Barat kepada Israel yang dianggap memperparah penderitaan rakyat Palestina.

Para demonstran mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia, serta membawa poster dan dua spanduk besar bertuliskan “Stop Genocide in Palestine!!!” dan “USA, UK, Germany, France, Stop Arming Israel!”

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, dalam orasinya menegaskan bahwa agresi Israel tidak hanya terjadi di Gaza, tetapi juga meluas ke Tepi Barat, Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Iran. Menurutnya, bahkan ketika konflik berskala besar pecah dengan Iran, militer Israel tetap terus melakukan serangan brutal di Palestina.

Baca juga: Aksi FPN Makassar Serukan Solidaritas Global untuk Palestina, Kutuk Genosida Israel

“Setiap hari rakyat Palestina menjadi korban, termasuk mereka yang dibunuh saat sedang mengantri bantuan makanan. Ini bukan hanya kejahatan perang, tapi genosida yang terus berlangsung,” ujar Furqan.

Ia menyebut dukungan militer dari negara-negara besar, terutama Amerika Serikat, sebagai faktor utama yang memungkinkan Israel melanjutkan agresinya. Disebutkan bahwa 80 persen persenjataan Israel berasal dari AS.

Sementara itu, lembaga internasional seperti PBB dinilai tidak berdaya karena veto yang kerap dilayangkan oleh Amerika terhadap resolusi penghentian kekerasan.

“Kami menyerukan kepada seluruh kekuatan sipil di Indonesia untuk menekan AS dan sekutunya agar menghentikan suplai senjata dan mendesak diakhirinya genosida di Palestina,” tegas Furqan.

FPN mengonfirmasi bahwa aksi serupa tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota besar seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Bogor, Makassar, Surabaya, hingga Majene dan Kendari.

Baca juga: Teheran Diserang, Sekjen FPN: Israel Bertindak Barbar

Aksi ini disebut sebagai bagian dari gelombang protes nasional untuk menekan kekuatan Barat.

Lebih jauh, Furqan mengajak seluruh elemen sipil Indonesia bersatu dalam perjuangan kemanusiaan untuk membela Palestina. Ia juga mendorong pemerintah Indonesia mengambil peran kepemimpinan dalam membentuk blok internasional anti-imperialisme.

“Sejarah Indonesia pernah mencatat Konferensi Asia Afrika 1955 sebagai tonggak perjuangan bangsa-bangsa tertindas. Palestina adalah satu-satunya peserta konferensi itu yang hingga kini belum merdeka. Ini hutang sejarah kita,” pungkasnya.

Sementara itu, data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban jiwa akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 55.701 orang, dengan lebih dari 130.000 luka-luka mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak.

Namun, data ini diperkirakan belum mencakup keseluruhan korban. Jurnal medis internasional The Lancet memperkirakan jumlah korban bisa mencapai tiga kali lipat lebih tinggi jika memperhitungkan korban tak langsung akibat minimnya akses medis, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya.

(B12/AMC)

 

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Saatnya suara Indonesia kembali menggema di dunia internasional, bukan hanya dalam diplomasi, tapi juga dalam aksi nyata. Karena diam berarti menyetujui. Dan kita, sebagai bangsa merdeka, tak boleh tinggal diam.