SEMARANG, Berita12.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini perlu terus melanjutkan, memperdalam, dan memperbanyak cara dalam menyebarluaskan dakwah berkemajuan yang menyusur hingga ke seluruh lapisan masyarakat dan akar rumput.
Refleksi tersebut disampaikan dalam pembukaan RAKORNAS II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Menengok kembali fondasi penting yang telah didirikan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan bersama generasi-generasi awal Muhammadiyah di tahun 1912, Haedar mempertegas bahwa fondasi Islam Berkemajuan sebetulnya sudah dibentuk sangat kokoh yang dikemas kedalam bentuk dakwah dan tajdid.
“Fondasi Muhammadiyah sejatinya sudah diletakkan dengan kokoh oleh para pendiri. Kita ini sesungguhnya hanya perlu melanjutkan, memperdalam, dan memperbanyak cara untuk mengembangkan apa yang telah dirintis para generasi awal Muhammadiyah,” jelas Haedar dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Jumat (30/1/2026).
KH Ahmad Dahlan, lanjut Haedar, telah menempatkan spirit islam berkemajuan yang berlandaskan kepada Al Ma’un yang di dalamnya mengandung teologi welas asih yang melintas batas. Yang mana dalam menggerakkan dakwahnya, Muhammadiyah sejak dulu bergerak secara inklusif, tanpa menciptakan sekat-sekat sosial.
“Al Maun lewat gerakan rumah sakit (hospital), gerakan rumah miskin (armen huis), rumah yatim (whes huis). Gerakan sosial termasuk penanggulangan bencana tahun 1922, gerakan perempuan, melahirkan Aisyiyah yang merupakan satu-satunya pergerakan islam modern yang dilakukan perempuan di ruang publik. Jadi hal semacam itu tidak dilakukan oleh pergerakan islam manapun sebelumnya,” jelas Haedar.
Dalam kesempatan itu Haedar juga menceritakan tentang bagaimana spirit Kyai Dahlan dalam mewujudkan cita-cita Al-Ma’un dan berdakwah secara inklusif.
“Bahwa praktik gerakan Al Ma’un dan gerakan dakwah inklusifitas itu telah dicontohkan oleh Kyai Dahlan tepatnya pada saat dirinya berkeliling pasar Bringharjo dan Alun – Alun Yogyakarta untuk mengambil orang-orang miskin, dan yatim yang kemudian dirawat oleh langsung oleh Muhammadiyah melalui institusinya pada saat itu,” tambah Haedar.
(Berita12)










