Harga Pangan 16 November: Beras Medium Naik, Bawang dan Cabai Ikut Merangkak

Berita, BISNIS, NASIONAL492 Dilihat

(Berita 12) Jakarta – Harga pangan di sejumlah pasar tradisional Indonesia kembali mengalami kenaikan pada 16 November, terutama beras, bawang merah, dan cabai rawit. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), beras medium menunjukkan lonjakan harga yang cukup signifikan.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian, mengingat komoditas beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

Harga rata-rata beras medium mencapai Rp13.500 per kilogram, naik dari Rp13.200 per kilogram pada minggu sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat musim tanam yang belum mencapai puncaknya, serta tingginya biaya logistik. Petani juga mengeluhkan perubahan cuaca yang mempengaruhi produktivitas hasil panen.

Baca juga: Merger BUMN Karya Dimulai dari yang Punya Aset Terbesar: Langkah Inbreng Saham Dibahas

Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

Selain beras, harga bawang merah dan cabai rawit juga merangkak naik. Di beberapa daerah, bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau menembus Rp45.000 per kilogram.

Kenaikan ini diduga terkait dengan menurunnya pasokan dari sentra produksi, terutama karena kondisi cuaca ekstrem di wilayah pertanian utama seperti Brebes.

Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati menyatakan bahwa peningkatan harga ini cukup dirasakan oleh konsumen.

“Kalau terus naik, daya beli masyarakat bisa turun. Biasanya saat stok berkurang, harga tidak bisa diprediksi, terutama menjelang musim liburan akhir tahun,” ujar salah satu pedagang.

Dampak dan Prediksi Ke Depan

Kenaikan harga pangan ini memicu kekhawatiran akan inflasi yang bisa menekan daya beli masyarakat.

Ekonom memperingatkan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga pangan, misalnya dengan menambah pasokan beras dari cadangan beras pemerintah (CBP) atau mengimpor bawang merah jika diperlukan.

Kementerian Perdagangan menyatakan sedang memantau situasi ini dengan cermat dan berupaya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kestabilan harga.

“Kita harus waspada, karena lonjakan harga pangan bisa memicu ketidakstabilan ekonomi menjelang akhir tahun,” ungkap seorang pejabat kementerian.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan memprioritaskan kebutuhan pokok. Seiring dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, perhatian terhadap produksi pertanian akan sangat menentukan stabilitas harga pangan di bulan-bulan mendatang.

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar