BERITA12.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa mencatat sejumlah capaian dalam penegakan hukum dan pemulihan keuangan negara sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Salah satunya, penyelamatan keuangan negara hampir Rp1 miliar dari penanganan perkara tindak pidana khusus.
Capaian tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 yang digelar Kejari Mamasa. Peringatan tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum yang Berintegritas, Adil, dan Humanis.”
Pada bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Mamasa mencatat penyelamatan keuangan negara sebesar Rp999.575.000. Selain itu, lima perkara telah diselesaikan melalui proses penuntutan, sementara tiga perkara lainnya masih dalam tahap penyidikan.
Tak hanya dari bidang Pidsus, pemulihan keuangan negara dan daerah juga dilakukan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
Hingga Agustus 2026, Kejari Mamasa mencatat pemulihan keuangan negara atau daerah sebesar Rp1.328.677.514,06. Capaian tersebut diperoleh melalui pelaksanaan 51 Surat Kuasa Khusus (SKK), yang terdiri dari 41 SKK Pemerintah Kabupaten Mamasa dan 11 SKK BPJS Ketenagakerjaan Cabang Polewali Mandar.
Sementara pada bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejari Mamasa menerapkan mekanisme keadilan restoratif dalam perkara penganiayaan. Pendekatan tersebut mengedepankan pemulihan, perdamaian, dan rasa keadilan bagi para pihak.
Kejari Mamasa juga telah melaksanakan prapenuntutan terhadap 37 perkara, penuntutan 25 perkara, serta eksekusi terhadap 26 orang terpidana.
Di bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Kejari Mamasa melakukan eksekusi terhadap barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap. Barang bukti yang dilelang antara lain satu unit Toyota Corolla SE Limited/AE 91 TWINCAM dan 11 unit telepon seluler.
Selain itu, satu unit Mercedes-Benz 230 E M/T masih dalam proses lelang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kejari Mamasa juga menjalankan fungsi intelijen melalui sejumlah kegiatan, seperti Jaksa Menyapa, Jaksa Masuk Sekolah, penerangan hukum, pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat (PAKEM), serta kampanye antikorupsi.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 tidak hanya menjadi momentum seremonial bagi jajaran Kejari Mamasa. Dalam kegiatan tersebut, para pegawai mengenakan pakaian dinas lapangan dan pakaian adat sebagai simbol bahwa penegakan hukum harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui momentum tersebut, Kejari Mamasa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang profesional, berintegritas, adil, dan humanis.
Capaian selama delapan bulan pertama 2026 dinilai bukan sekadar persoalan angka, tetapi menjadi bagian dari upaya Kejari Mamasa menjaga kepentingan negara sekaligus memastikan hukum dapat memberikan manfaat dan rasa keadilan bagi masyarakat. (*)






