Kabut Asap Karhutla di Mamasa Mengkhawatirkan, Jarak Pandang Warga Mulai Terganggu

Mamasa4 Dilihat

BERITA12 – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (10/10/2026).

Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas warga dan membuat jarak pandang di sejumlah titik menurun.

Berdasarkan pantauan di sejumlah kawasan Kota Mamasa pada Sabtu siang, kepulan asap terlihat lebih tebal dibandingkan hari sebelumnya. Asap tampak menyelimuti permukiman dan sejumlah ruas jalan.

Kondisi ini membuat pandangan warga terhadap jarak jauh menjadi kurang jelas. Masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah harus lebih berhati-hati, terutama ketika melintas menggunakan kendaraan.

Sejumlah warga juga mulai menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. Sementara sebagian lainnya masih menjalankan aktivitas seperti biasa meski kondisi udara tampak berkabut.

Kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran lahan di sejumlah wilayah Mamasa. Arah angin dan kondisi cuaca turut diduga memengaruhi pergerakan asap hingga masuk ke kawasan perkotaan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan asap dalam waktu lama berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Sebelumnya, pemerintah bersama petugas terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan karhutla, mulai dari pemadaman di lokasi kebakaran, patroli di kawasan rawan, hingga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Namun, hingga Sabtu siang, kepulan asap masih terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Mamasa. Sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah ketika asap semakin pekat dan menggunakan masker saat harus bepergian.

Warga berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara lebih maksimal agar kabut asap tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dinkes Mamasa Belum Beri Keterangan

Berita12 juga telah berupaya mengonfirmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa terkait kondisi masyarakat yang diduga terdampak paparan asap karhutla, termasuk kemungkinan adanya keluhan atau gangguan kesehatan akibat kondisi udara tersebut.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa belum memberikan keterangan.

Kondisi kabut asap ini menjadi sinyal bahwa persoalan karhutla di Mamasa belum sepenuhnya teratasi. Jika kebakaran lahan terus terjadi sementara kondisi cuaca masih kering, kabut asap berpotensi kembali menebal dan semakin mengganggu kualitas udara serta aktivitas masyarakat. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *