Polda Sulbar Gelar Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Segera Teratasi

Mamuju51 Dilihat

Polda Sulbar Gelar Istiqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Segera Teratasi

MAMUJU — Di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah, Polda Sulawesi Barat menggelar doa bersama dan istiqa. Polisi berharap hujan segera turun dan kondisi lingkungan di Sulbar kembali pulih.

Kegiatan keagamaan tersebut digelar di Aula Marannu Polda Sulbar, Kamis (15/10/2026). Istigasah dipimpin langsung Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto dan diikuti Wakapolda, pejabat utama, personel kepolisian, tokoh agama, serta elemen masyarakat.

Doa bersama ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar jajaran kepolisian meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama ancaman karhutla dan kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah daerah.

Suasana khusyuk terlihat ketika seluruh peserta mengikuti lantunan zikir dan doa. Mereka memanjatkan harapan agar Sulawesi Barat segera mendapatkan hujan yang membawa keberkahan, wilayah terdampak kekeringan kembali subur, serta titik api akibat kebakaran lahan dapat segera dipadamkan.

Selain persoalan lingkungan, doa juga ditujukan bagi masyarakat Sulawesi Barat agar diberikan perlindungan, kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi memicu bencana.

Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto melalui Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian mengatakan penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan tindakan fisik di lapangan.

Menurutnya, ikhtiar tersebut juga perlu dilengkapi dengan pendekatan spiritual.

“Doa bersama ini adalah ikhtiar spiritual kita sebagai hamba Tuhan. Ini merupakan pelengkap dari segala langkah nyata, kerja keras dan mitigasi fisik yang selama ini telah kita lakukan bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan para relawan,” kata Memo.

Dia mengatakan aparat bersama pihak terkait selama ini terus melakukan berbagai langkah untuk menangani karhutla dan dampak kekeringan, termasuk pemadaman api serta penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Kita bergerak di lapangan, dan kita mengetuk pintu langit dengan doa,” ujarnya.

Polda Sulbar juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencegah meluasnya karhutla.

Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap mencurigakan, indikasi kebakaran, maupun titik api di kawasan hutan dan lahan.

Laporan dapat disampaikan melalui pos kepolisian terdekat atau saluran siaga yang telah disediakan.

Polda Sulbar menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bencana. Sebab, ancaman karhutla dan kekeringan bukan hanya persoalan pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Melalui doa bersama tersebut, Polda Sulbar berharap sinergi antara polisi, pemerintah, tokoh agama, relawan dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi ancaman bencana. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *