Berita12 – Sebuah Ideologi akan berkembang ketika memiliki sokongan yang baik. Salah satu penyokong terbaik adalah harta. Ayatullah Misbah Yazdi mengistilahi dengan jihad finansial.
Wahabi begitu gencar di dunia, khususnya di Indonesia karena sokongan dana yang melimpah dari keluarga Saudi sehingga tidak hanya menguasai masjid-masjid, melainkan mereka masuk pula kedalam instansi-instansi penting pemerintah.
Fakta sejarah mencatat pula mazhab Maliki dan Hanafi begitu banyak dianut awam dikarenakan sokongan besar dari penguasa kala itu. Padahal jika kita menilik sejarah ada Sufyan Al-Tsauri, Awzai, Sufyan bin Uyainah, Ibnu Jarir Thabari, Dawud al-Dzahiri, al-Syabi dan lain sebagainya, namun mazhab mereka punah.
Tentu bukan karena Maliki atau Hanafi adalah manusia Alim hingga akhir zaman, melainkan pembatasan dan sokongan mazhab tergantung kekuasaan dan finansial penguasa sehingga mazhab mereka langgeng dan menyebar ke seluruh dunia.
Hanafi dikarenakan Abu Yusuf yang kala itu memiliki posisi penting dalam fatwa dan kehakiman sehingga tidak menunjuk hakim dan ulama kecuali bermahzabkan Hanafi dan Maliki dikarenakan Yahya bin Yahya seorang maliki yang memiliki pengaruh kuat disisi raja Andalus.”
(Adwar Ijtihad, Jannati Hal.47/ Gharji Tarikh fiqh wa fuqaha Hal.97)
Begitupula Islam tidak akan pernah menyebar keseluruh dunia tanpa sokongan finansial di era awal-awal Islam dari Sayidah Khadijah. Beliau ketika menikah dengan Rasulullah saww, memberikan seluruh hartanya untuk dipergunakan secara bebas dan penuh oleh Rasulullah saww.
Gambaran Kekayaan Sayidah Khadijah
Sayidah Khadijah diseluruh pelosok arab memiliki pegawai dan budak bahkan dikatakan beliau memiliki 80.000 unta yang menyebar diseluruh pelosok arab dan disetiap kota dan desa arab memiliki barang dagang hingga mencapai Mesir dan Ethopia. Begitupula menurut Abul Hasan Bakri, Sayidah Khadijah memiliki rumah yang begitu besar dan luas sehingga mampu menampung seluruh masyarakat Mekkah kala itu.
(Bihar anwar, Juz 16 Hal.22 bab tarikh nabiyina saww)
Dengan segala kekayaan yang beliau miliki beliau berkata kepada pamannya Waraqah bin Naufal untuk menyerahkan seluruh harta, pegawai dan budaknya kepada Muhammad saww seraya berkata,
“Wahai paman katakanlah kepadanya, sesungguhnya seluruh hartaku, budaku dan apapun yang kumiliki seluruhnya aku hadiahkan kepadanya.”
Kemudian Waraqah berdiri antara zam-zam dan maqam kemudian berteriak kepada khalayak masyarakat,
“Wahai Bangsa Arab, saksikanlah! Sesungguhnya Khadijah telah memberikan jiwa, harta, budak, pegawainya dan seluruh yang ia punyai kepada Muhammad bin Abdillah saww.
(Bihar anwar, Juz 16 Hal.71)
Kekayaan Sayidah Khadijah begitu berlimpah sehingga kala akan melakukan walimatul ursy menghabiskan waktu selama tiga hari tiga malam untuk seluruh masyarakat di kota Mekkah. Bahkan dikatakan walimatul ursy Pernikahan Sayidah Khadijah hingga enam bulan lamanya.
(Bihar Anwar, Juz. 16 hal. 73)
Kecintaan Sayidah Khadijah kepada Rasulullah saww
Kecintaan Sayidah Khadijah kepada Rasulullah saww tidak bisa digambarkan dengan kata-kata dan sejarah mencatat kala seluruh pemuka arab dan pemuda-pemuda gagahnya bermimpi mempersunting Khadijah, Sayidah Khadijah dengan tegas menolak mereka dan setiap hari dari pagi hingga petang bermimpi seraya bergumam,
“Kapan Muhammad datang mempersuntingku?”
Kecintaan Sayidah Khadijah kepada pujaannya, Muhammad bin Abdillah begitu besar sehingga dihadapan kekasihnya beliau bersyair,
Jikalau aku memiliki seluruh kenikmatan
Kemewahan dunia, Istana dan Kerajaan
Semua itu hampa dimataku
Kala aku tidak mampu menatap matamu
Sayang kaum muslimin melupakan jasa besar wanita agung cinta pertama nabi ini yang tanpa hartanya Islam tidak akan pernah seperti sekarang ini.
Banyak sejarah diubah untuk mengecilkan sosok beliau dan menghapus seluruh jasa beliau untuk Islam.
Seorang wanita agung yang mampu membeli apapun, namun demi suaminya ia rela dibenci, dibully dan diasingkan. Bahkan kala melahirkan Sayidah Fatimah Al-Zahra tidak ada satupun wanita Qurasy yang mau mendampingi persalinannya.
Namun kini jasanya diacuhkan dan pengorbanannya diabaikan. Ya, Khadijah Al-Kubra sebagaimana Abu Thalib pejuang Islam yang memiliki peran penting, namun terlupakan.







