Mahasiswa Hukum Unika Gandeng Bank Indonesia, Bahas Literasi Keuangan di Era Ekonomi Digital

Mamuju136 Dilihat

MAMUJU, Berita12.com — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Tomakaka terpilih menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman finansial di tengah derasnya arus ekonomi digital.

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Mamuju itu mengusung tema “Literasi Keuangan dan Tantangan Generasi Muda Menghadapi Ekonomi Digital.” Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara BEM FH Unika, Fraksi Mahasiswa, dan Bank Indonesia.

Dalam forum tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, terutama di era transaksi serba digital yang kian masif. Edukasi ini dinilai krusial, mengingat generasi muda menjadi salah satu kelompok paling aktif dalam ekosistem ekonomi digital, mulai dari belanja daring hingga investasi berbasis aplikasi.

Ketua BEM FH Unika terpilih dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa, khususnya dari fakultas hukum, harus memiliki kesadaran finansial sekaligus pemahaman terhadap regulasi ekonomi digital yang terus berkembang.

“Di era ekonomi digital yang serba cepat, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen. Kita harus cerdas secara finansial dan melek terhadap aturan yang mengatur aktivitas ekonomi digital,” ujarnya di hadapan peserta.

Kolaborasi dengan Bank Indonesia menghadirkan perspektif profesional mengenai stabilitas sistem keuangan dan tantangan yang dihadapi generasi muda. Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dengan praktik kebijakan ekonomi nasional.

Selain dialog publik, kegiatan juga menjadi ajang silaturahmi Ramadan melalui buka puasa bersama. Suasana diskusi berlangsung interaktif, dengan mahasiswa aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan seputar peluang dan risiko ekonomi digital.

Panitia berharap, forum tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi titik awal lahirnya gagasan dan gerakan mahasiswa yang lebih progresif dalam mendukung pembangunan ekonomi, khususnya di Sulawesi Barat.

Di tengah transformasi digital yang tak terhindarkan, literasi keuangan dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi generasi muda.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *