Mamasa Jadi Teladan Kerukunan, Bupati Welem Beri Apresiasi FKUB

Mamasa297 Dilihat

MAMASA, Berita12.com – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Hal ini ia sampaikan saat membuka diskusi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertajuk “Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka dalam Bingkai Keberagaman dan Kerukunan di Kabupaten Mamasa”, Senin (15/9/2025), di Aula Mini Rumah Jabatan Bupati Mamasa.

Dalam sambutannya, Welem menyampaikan apresiasi kepada FKUB, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang selama ini berhasil merawat harmoni sosial di Mamasa.

“Saya berterima kasih karena hingga saat ini kerukunan umat beragama di Mamasa tetap terjaga. Keberagaman adalah kekuatan kita, dan inilah yang membuat Mamasa menjadi daerah yang damai,” ujarnya.

Diskusi tersebut juga dihadiri Dandim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, yang turut memuji kondisi sosial di Mamasa.

Ia menyebut kabupaten ini sebagai salah satu daerah dengan tingkat kriminalitas terendah di Sulawesi Barat, termasuk minim konflik sosial.

Meski begitu, Edwin mengingatkan pentingnya kewaspadaan agar potensi gesekan tidak berkembang menjadi masalah besar.

Menurut Bupati Welem, peran FKUB bersama seluruh elemen masyarakat sangat krusial dalam merawat toleransi dan menjaga moderasi beragama.

“Kerukunan tidak datang begitu saja. Ia harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kita semua punya tanggung jawab yang sama,” tegasnya.

Diskusi berlangsung hangat dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan pemuka masyarakat. Dalam sesi penutup, Welem kembali mengingatkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Indonesia akan semakin kuat bila keberagaman dijaga dengan baik. Mamasa harus tetap menjadi teladan,” kata Welem.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *