Mamasa Masih Banyak Warga Tinggal di Gubuk, Bupati Minta Perhatian Pusat

Mamasa348 Dilihat

MAMASA, Berita12.com — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menegaskan agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dalam program pembangunan rumah bantuan di wilayahnya.

Hal itu ia sampaikan dalam pemaparan hasil survei sementara Kawasan rencana pembangunan rumah bantuan yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Hotel Kana Mamasa, Kamis (21/8).

Welem menekankan kondisi geografis Mamasa yang bergunung-gunung tidak bisa disamakan dengan wilayah perkotaan. Menurutnya, karakteristik alam tersebut menuntut perlakuan berbeda, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.

“Saya mohon Tim Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memasukkan Mamasa sebagai daerah khusus dengan kondisi alam yang bergunung-gunung. Ini membutuhkan penanganan khusus, dan tentu dengan biaya khusus juga,” ujar Welem.

Bupati berharap kunjungan lapangan tim kementerian bisa memberi gambaran nyata tentang tantangan di Mamasa, termasuk kondisi sosial masyarakat. Ia menekankan pentingnya program ini menyasar warga yang belum memiliki rumah layak huni.

“Masih banyak warga tinggal di gubuk. Ini juga menjadi salah satu faktor penyumbang angka stunting di Mamasa,” tambahnya.

Survei Enam Lokasi

Tim Kementerian Perumahan yang dipimpin Kasubdit Penyiapan Lahan dan Perizinan, Hardi Pasetyia Risman, telah melakukan pemantauan di enam lokasi: Desa Lambanan, Tawalian, Orobua Timur, Buntumalangka’, Aralle, dan Malotong Balabatu.

Hasil sementara menunjukkan sebagian wilayah layak dibangun permukiman, sementara sebagian lainnya membutuhkan penanganan ekstra karena berada di lereng dan tebing.

Hardi menegaskan, tanggung jawab penyiapan lahan berada di pundak pemerintah kabupaten, sedangkan pembangunan gedung dan fasilitasnya akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat.

“Pematangan lahan memang membutuhkan biaya besar, tapi sesuai regulasi itu menjadi kewenangan pemerintah daerah. Kami akan menyampaikan hasil teknis ini ke pimpinan pusat dengan mempertimbangkan kondisi khusus Mamasa,” jelas Hardi.

Dengan karakter geografis yang menantang, Mamasa kini berharap pemerintah pusat benar-benar memasukkan wilayah tersebut sebagai prioritas khusus dalam program bantuan perumahan nasional.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *