Mamasa Tampil Memukau di Festival Budaya The Legend of Pongtiku II, Bupati Welem: Ini Etalase Budaya Kami!

Sulsel308 Dilihat

RANTEPAO, Berita12.com – Kabupaten Mamasa menunjukkan eksistensinya di ajang budaya akbar The Legend of Pongtiku II yang digelar di Lapangan Bakti Rantepao. Selasa, (8/7/2025).

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati H. Sudirman memimpin langsung kehadiran kontingen Mamasa dalam perhelatan yang sarat nilai budaya dan sejarah ini.

Rombongan pejabat tinggi turut hadir mendampingi, mulai dari Dandim 1428 Mamasa Letkol Arh Edwin Hermawan, Kasat Reskrim IPTU Drones Madika mewakili Kapolres, Ketua DPRD Agum Ramlan, Sekda H. Muh. Syukur, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lengkap.

Tampak pula para tokoh perempuan dari TP PKK dan Dharma Wanita, tokoh agama lintas denominasi, pemangku adat, pelaku UMKM, seniman, hingga jurnalis.

Kehadiran kontingen Mamasa makin berwarna dengan penampilan karnaval budaya yang memukau.

Rombongan berjalan kaki mengenakan pakaian adat Mamasa, diawali dengan tarian tradisional Bulu Londong, diiringi penampilan drumband dari SMP Frater dan musik bambu dari Sanggar Seni Tusan serta Wai Sapalelean. Musik bambu Dama’ Dama’ juga ikut menambah semarak suasana.

Kegiatan ini dibuka dengan upacara penghormatan bagi pahlawan nasional Pongtiku dan dilanjutkan dengan atraksi khas Toraja, yakni Sisemba, pertunjukan ketangkasan kaki yang menggambarkan semangat perjuangan dan kebersamaan masyarakat.

Ribuan pasang mata menyaksikan festival ini dengan antusias. Warga dari Mamasa, Tana Toraja, Toraja Utara hingga Sulawesi Utara bersatu dalam suasana meriah yang menggugah rasa bangga akan warisan budaya leluhur.

Bupati Welem dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa partisipasi Mamasa di ajang ini membawa tiga misi penting: penguatan identitas etnis Toraja di wilayah barat, promosi potensi lokal, serta keterlibatan aktif dalam skema pembangunan kawasan Indonesia tengah.

“Mamasa adalah bagian dari keluarga besar Toraja. Keikutsertaan kami adalah bentuk nyata semangat persatuan dan penguatan kembali nilai-nilai Toraja Raya,” ujar Welem.

Ia juga menambahkan bahwa Mamasa ingin menunjukkan potensi seni, budaya, pertanian, hingga produk UMKM sebagai kekuatan daerah yang layak ditampilkan di tingkat nasional.

“Festival ini menjadi etalase luar biasa bagi Mamasa. Kami siap menjadi bagian dari kerja sama pembangunan antarwilayah, termasuk konektivitas Sulawesi-Papua yang kini tengah dibicarakan di tingkat nasional,” tambahnya.

Festival budaya The Legend of Pongtiku II ini diinisiasi oleh Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan Pongtiku, pahlawan nasional yang menjadi simbol perlawanan dan kebangkitan masyarakat Toraja.

Dengan mengangkat tema “Membangkitkan Jiwa, Merayakan Warisan, Menghidupkan Semangat Pongtiku”, kegiatan ini diharapkan mampu menyatukan spirit budaya dan nilai-nilai kebangsaan dalam kerangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Toraja di seluruh Nusantara.

(B12/Arb)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *