JAKARTA, Berita12.com — Kementerian Agama memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 100 calon Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Peserta datang ke Jakarta, dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka digenjot untuk menjalin sinergi lintas sektor, mulai dari dinas pendidikan, kampus, hingga sekolah, dalam upaya memperkuat pembinaan remaja melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kolaborasi lintas sektor penting agar pembinaan remaja berjalan efektif, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Fasilitator BRUS diharapkan mampu berkolaborasi dengan dinas pendidikan, kampus, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang dimulai dari penguatan keluarga,” ujar Abu Rokhmad dilansir dari kemenag.go.id , Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, sinergi dengan institusi pendidikan akan membuat pelaksanaan BRUS lebih terencana dan sistematis. Remaja usia sekolah perlu mendapatkan pembekalan sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter sebelum memasuki kehidupan berkeluarga di masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi komprehensif bagi remaja untuk menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks, terutama di era digital.
“Remaja perlu dibekali pemahaman yang utuh agar tidak mudah terjerumus pada berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas, kekerasan, penyalahgunaan media sosial, hingga persoalan kesehatan reproduksi. BRUS hadir untuk membantu remaja mengenal diri, mengelola emosi dan konflik, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Abu Rokhmad menambahkan, kolaborasi dengan dinas pendidikan dan sekolah akan membuat materi BRUS lebih relevan dengan kebutuhan remaja masa kini, sekaligus memperkuat peran fasilitator sebagai pendamping utama remaja di lingkungan pendidikan.
“Ketika fasilitator bekerja bersama sekolah dan berbagai pihak terkait, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, lingkungan, dan masyarakat secara luas,” tegasnya.
Melalui Bimtek ini, Kementerian Agama berharap para calon fasilitator Bimwin dan BRUS mampu menjadi penggerak pembinaan remaja di daerah masing-masing serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
(Berita12)








