JAKARTA, Berita12.com — Demi mengingatkan pada generasi saat ini, perlunya menghargai jasa dan perjuangan yang telah di lakukan Para Pahlawan Nasional. Untuk itu digelar diskusi bertajuk Memaknai Pemikiran Muhammad Yamin melalui kegiatan bedah buku 6000 Tahun Sang Merah Putih di Panglima Itam Library of NasDem, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh nasional untuk membedah pemikiran Muhammad Yamin, khususnya terkait makna historis Sang Merah Putih.
Diskusi menghadirkan Yos Fitradi selaku pengamat pemikiran Muhammad Yamin dan Taufik Basari selaku Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI sebagai narasumber. Selain itu, Roy Rahajasa Yamin, cucu Muhammad Yamin, turut memberikan testimoni.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa buku 6000 Tahun Sang Merah Putih mengupas asal-usul dan makna warna merah dan putih sebagai simbol kebangsaan Indonesia. Muhammad Yamin menelusuri jejak sejarah kedua warna tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka, bahkan sejak ribuan tahun lalu pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Kerajaan Majapahit dan periode pra-Hindu.
Yamin berargumen bahwa Merah Putih bukan sekadar simbol politik modern, melainkan telah hidup dalam tradisi, panji-panji perang, upacara adat, serta kepercayaan masyarakat Nusantara sejak lama.
Melalui pendekatan historis dan kebudayaan, ia menegaskan bahwa bendera Indonesia memiliki akar yang dalam dan otentik dari peradaban bangsa sendiri.
Willy Aditya yang juga Ketua Koordinator Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi DPP Partai NasDem berharap kegiatan ini dapat terus menjadi mata air kebangsaan bagi semua pihak. Ia menerangkan bahwa diskusi tersebut merupakan forum kesekian kalinya yang membahas pemikiran para Founding Parents bangsa.
“Karena kita sadar bahwasanya hari ini tidak pernah ada tanpa sebuah pergulatan pemikiran, pergulatan gagasan dari para Founding Parents kita,” ujar Willy.
Ia menambahkan, sebelumnya NasDem telah membahas berbagai karya pemikiran tokoh bangsa seperti Naar de Republiek Indonesia karya Tan Malaka, Demokrasi Kita karya Mohammad Hatta, Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir, dan pada kesempatan ini membahas 6000 Tahun Sang Merah Putih karya Prof. H. Muhammad Yamin.
(Berita12)







