Peringatan Paskah di Jerusalem Dihalangi, FPN Kutuk Arogansi Israel!!

Jakarta210 Dilihat

JAKARTA, Berita12.com – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang dinilainya semakin menunjukkan watak kolonialisme di kota suci Jerusalem.

Kali ini, bukan hanya umat Muslim yang menjadi sasaran represi, tetapi juga umat Kristiani yang tengah merayakan Paskah.

Baca juga: Sekjen FPN Sebut Usulan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia Sebagai Perangkap Kolonialisme

“Umat Kristiani kini turut merasakan intimidasi yang sama seperti yang selama ini dialami umat Islam. Pembatasan akses ibadah saat Paskah di Jerusalem mencerminkan wajah asli kolonialisme Zionis,” ujar Furqan dalam pernyataannya.

Furqan juga menyoroti serangan udara Israel yang beberapa hari lalu menghantam Rumah Sakit Kristen Baptis Al-Ahli di Jalur Gaza Tengah satu-satunya rumah sakit di wilayah tersebut yang masih beroperasi penuh.

“Bukan hanya rumah sakit, gereja di sekitar lokasi pun ikut menjadi sasaran serangan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan militer Israel jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional. Menurut data Euro-Med Human Rights Monitor per 4 April 2025, sudah 96 dokter dan 1.192 tenaga medis yang tewas, sementara 1.460 lainnya terluka akibat agresi Israel.

“Keberingasan Israel makin menjadi. Bahkan pada 23 Maret lalu, 15 kru ambulans dieksekusi dan dikubur di kuburan massal. Ini adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Furqan.

Baca juga: Bukti Tak Terbantahkan: Video Ponsel Ungkap Eksekusi Brutal Tenaga Medis oleh Tentara Israel

Tak hanya itu, menurut catatannya, sudah 210 jurnalis dan 113 relawan pertahanan sipil menjadi korban jiwa. Beberapa dari mereka bahkan meninggal terbakar hidup-hidup karena ditargetkan saat berada di tenda-tenda mereka.

Furqan mengungkapkan bahwa hingga kini, lebih dari 54.000 warga sipil telah gugur, termasuk 18.000 lebih anak-anak dan 12.000 perempuan. Sebanyak 121.000 warga mengalami luka-luka, dan ribuan anak mengalami amputasi atau cacat permanen. Lebih dari 10.000 anak kehilangan setidaknya satu kakinya.

Dalam hal infrastruktur, kerusakan juga meluas.

“Sudah ada 3 gereja dan 872 masjid yang dihancurkan, serta 560 sekolah, 188 kantor media, 205 situs warisan budaya, 3.100 fasilitas industri, dan lebih dari 510.000 rumah rata dengan tanah,” ungkap Furqan.

Ia menyerukan masyarakat internasional untuk tidak tinggal diam melihat penderitaan rakyat Palestina yang semakin parah.

 

Tonton Videonya Disini:

👇

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *