MAMUJU – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Refli Sakti Sanjaya, angkat bicara terkait dugaan kelalaian pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Mamuju yang berujung pada meninggalnya seorang anak berusia 7 tahun asal Kecamatan Kalukku.
Insiden ini memicu sorotan tajam terhadap kualitas layanan kesehatan di RS Daerah tersebut.
Menurut Refli, kasus ini menyoroti persoalan mendesak dalam sistem pelayanan kesehatan daerah, terutama dalam hal ketersediaan tenaga medis dan kualitas penanganan pasien.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya RSUD Mamuju menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun, muncul dugaan kelalaian yang mengakibatkan nyawa seorang anak tak tertolong,” ujarnya. Sabtu, (11/1/2025).
Dugaan ini muncul setelah pihak keluarga pasien mengungkapkan bahwa selama masa perawatan, anak mereka tidak mendapatkan penanganan dari dokter spesialis anak. Keluarga juga sempat meminta agar pasien dirujuk ke RSUD Regional, tetapi permintaan tersebut tidak dipenuhi hingga akhirnya sang anak meninggal dunia.
Refli menegaskan, PMII Mamuju menuntut pihak RSUD memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas kejadian ini.
“Kami mendesak pihak rumah sakit untuk transparan dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jika benar ada kelalaian, maka harus ada sanksi tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Selain menuntut klarifikasi dari RSUD, PMII juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Mamuju. Mereka menilai pentingnya memastikan ketersediaan dokter spesialis dan tenaga medis yang memadai demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap layanan kesehatan daerah. Pemerintah harus memastikan setiap pasien mendapatkan haknya untuk memperoleh pelayanan yang layak dan berkualitas,” tambah Refli.
PMII Mamuju berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendorong perbaikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamuju.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kabupaten Mamuju belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan PMII dan keluarga korban. (Ad)
(Berita12)






