Situasi Semakin Tegang, Iran Lancarkan Serangan Yang Lebih Intensif Terhadap Amerika Serikat dan Rezim Zionis 

Berita12.com — Ledakan mengguncang Teheran, Tel Aviv, dan beberapa ibu kota negara Teluk pada hari Selasa, ketika Iran menanggapi serangan AS dan Israel yang menewaskan ratusan orang, termasuk pejabat senior.

Serangan bom baru dilaporkan pada hari Selasa di berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk serangan Israel di Lebanon dan serangan pesawat tak berawak terhadap kedutaan besar AS di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dalam eskalasi yang kini memasuki hari keempat.

Israel dan Amerika Serikat telah melakukan serangan militer terhadap Iran sejak Sabtu, menewaskan para pejabat keamanan tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dan menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.

Teheran merespons dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke arah Israel dan terhadap fasilitas yang terkait dengan AS di beberapa negara di kawasan itu, tanpa tanda-tanda meredanya konfrontasi. Sembilan negara Arab—Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Oman, Yordania, Suriah, dan Irak—telah melaporkan kerusakan dalam tiga hari terakhir, sebagai pembalasan Iran atas apa yang disebutnya sebagai agresi Israel dan AS.

Korps Garda Revolusi Islam memperingatkan pada hari Selasa bahwa mereka akan melancarkan serangan yang lebih intensif terhadap Amerika Serikat dan Israel.

“Musuh harus dapat serangan balasan yang terus-menerus, pintu neraka akan terbuka semakin lebar, dari waktu ke waktu, untuk Amerika Serikat dan Israel,” kata juru bicara Garda, Ali Mohammad Naini dilansir dari laman trtespanol.com, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa perang akan berakhir ketika agresi berhenti. Juru bicara Esmaeil Baghaei, berbicara kepada wartawan dari sebuah sekolah dasar yang terkena serangan udara AS-Israel di Teheran, menegaskan bahwa konflik tersebut “tidak diprakarsai oleh Iran, yang memilih diplomasi.”

Sementara itu, ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Iran pada hari Selasa. Ledakan tersebut terdengar di Teheran utara, serta di Karaj dan Isfahan, menurut media lokal.

Seorang jenderal Garda Revolusi Iran mengancam akan “membakar kapal apa pun” yang mencoba melewati Selat Hormuz yang strategis, jalur utama untuk transportasi minyak dan gas global.

“Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak mentah akan mencapai 200 dolar AS dalam beberapa hari mendatang,” kata Jenderal Sardar Jabbari.

Di Israel, ledakan mengguncang gedung-gedung di Tel Aviv ketika sistem pertahanan udara mencegat rudal Iran.

Israel (Zionis) menyerang kompleks yang menampung stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, di Teheran dan juga melancarkan serangan udara terhadap posisi Hizbullah di berbagai lokasi di seluruh Lebanon.

Menurut Bulan Sabit Merah Iran, jumlah korban tewas akibat serangan udara AS dan Israel sejak Sabtu telah meningkat menjadi 555 orang, termasuk setidaknya 165 siswi sekolah.

 

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *