Solidaritas Abadi Iran dan Suriah di Tengah Konflik Global

INTERNASIONAL210 Dilihat

Internasional – Pada awal tahun 1980-an, dunia menyaksikan salah satu konflik paling memilukan, yaitu Perang Iran-Irak. Di tengah isolasi global yang dialami Iran, hanya dua negara yang berdiri di sisinya: Suriah dan Korea Utara. Sementara sebagian besar negara, termasuk Amerika Serikat, kekuatan Barat, bahkan negara-negara Islam lainnya, mendukung diktator Irak, Saddam Hussein, Suriah tetap konsisten membantu Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan martabatnya.

Kesalahan Besar Iran: Melawan Arogansi Global

Iran, yang baru saja mengalami revolusi, dicap sebagai musuh oleh kekuatan global karena menentang dominasi Amerika Serikat, menyerukan pembebasan Palestina dan Al Aqsa, serta memperkenalkan kehormatan Islam melalui perlawanan yang pantang menyerah. Hal ini membuat Iran menjadi target invasi besar-besaran oleh Saddam, yang didukung oleh aliansi luas negara-negara Barat dan Timur Tengah.

Dalam perang tersebut, Saddam tidak hanya menyerang militer Iran tetapi juga membombardir wilayah sipil, bahkan menggunakan senjata kimia. Dunia menyaksikan pelanggaran ini dengan diam, meninggalkan rakyat Iran yang tak bersalah dalam penderitaan panjang. Efek senjata kimia ini masih dirasakan oleh beberapa wilayah di Iran hingga saat ini.

Solidaritas Suriah: Dukungan Tak Tergoyahkan

Di tengah pengkhianatan negara-negara Islam lainnya, Suriah di bawah kepemimpinan Hafeezh Al-Assad menunjukkan keberanian luar biasa. Suriah memberikan dukungan militer kepada Iran, termasuk akses bagi insinyur Iran untuk merekayasa balik rudal-rudal Soviet. Bantuan ini menjadi pilar penting dalam kemampuan Iran bertahan melawan agresi Irak.

Hafeezh Al-Assad, dalam sebuah wawancara, pernah menjelaskan alasannya membantu Iran ketika mayoritas dunia menjauhi negara tersebut:
“Kelak akan ada suatu masa di mana dunia akan meninggalkan Suriah dan Palestina sendirian. Maka Iranlah yang tidak akan pernah meninggalkan Suriah dan Palestina sendirian.”

Iran Membalas Budi

Iran mengingat jasa besar Suriah dan bersumpah untuk tidak pernah meninggalkan Suriah dan Palestina. Hubungan ini tidak hanya didasarkan pada kepentingan strategis tetapi juga nilai-nilai persaudaraan Islam yang mendalam. Hingga saat ini, dukungan Iran kepada Suriah tetap kokoh, bahkan dalam konflik yang melanda Suriah di era modern.

Persatuan Islam di Tengah Perpecahan

Meskipun menghadapi tantangan global, Iran terus menyerukan ukhuwah Islamiyah. Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan dijaga oleh para Imam Ahlul Bayt AS menjadi fondasi moral yang mengajarkan kesabaran dan perjuangan tanpa lelah demi persatuan umat.

Kisah solidaritas Iran dan Suriah adalah pengingat bahwa di tengah konflik dan pengkhianatan, masih ada nilai-nilai persaudaraan dan balas budi yang terus hidup. Hubungan ini menjadi simbol perlawanan terhadap arogansi global dan perjuangan untuk keadilan di Timur Tengah.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *