Sudah Bayar PDAM, Puskesmas Tabulahan Tetap Kesulitan Air Bersih

Mamasa147 Dilihat

Berita12.com – Puskesmas Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami krisis air bersih selama sekitar tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada operasional pelayanan kesehatan yang setiap hari membutuhkan pasokan air dalam jumlah memadai.

Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryanna, mengatakan krisis air bersih dipicu oleh musim kemarau yang menyebabkan sumber air semakin terbatas. Di sisi lain, pasokan air dari PDAM yang selama ini menjadi salah satu andalan puskesmas disebut sudah lama tidak mengalir.

“Selama ini kami hanya mengandalkan air dari sumur karena pasokan air PDAM sudah lama tidak mengalir, padahal pembayaran tetap kami lakukan,” kata Iryanna, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kebutuhan air bersih di fasilitas kesehatan tidak bisa ditunda. Air digunakan untuk berbagai keperluan pelayanan, mulai dari pemeriksaan pasien, menjaga kebersihan fasilitas, hingga tindakan medis seperti persalinan.

“Kami terpaksa menghemat penggunaan air agar pelayanan tetap berjalan. Air bersih sangat dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk persalinan dan kebutuhan pasien lainnya,” ujarnya.

Iryanna menjelaskan, puskesmas saat ini hanya mengandalkan sumur bor. Namun kapasitas air yang dihasilkan tidak mampu memenuhi kebutuhan harian, terlebih di tengah musim kemarau yang menyebabkan debit air terus menurun.

Pihak puskesmas bahkan telah membuat sumur tambahan sebagai upaya mengatasi kekurangan pasokan. Meski demikian, air yang tersedia masih sangat terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak puskesmas sempat berbagi pasokan air dengan warga sekitar yang juga terdampak tidak mengalirnya air PDAM. Namun jika kondisi ini terus berlanjut, pelayanan kesehatan dikhawatirkan akan semakin terganggu.

“Kalau kami terus berbagi air sementara pasokan tidak bertambah, tentu pelayanan kesehatan bisa terhambat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Mamasa, Nurhadi Lake Pulio, belum memberikan penjelasan terkait penyebab terhentinya distribusi air ke wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Nurhadi hanya memberikan tanggapan singkat.

“Terima kasih infonya,” tulisnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Kabupaten Mamasa belum memberikan keterangan lebih lanjut meski upaya konfirmasi terus dilakukan. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *