MAMUJU, Berita12.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat dengan menggagas Sekolah Rakyat. Dalam rangka persiapan program ini, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh bupati se-Sulbar. Senin, (24/3/2025).
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Pemprov Sulbar Serahkan 1.000 Paket Sembako, Bayar BPJS, dan Beri 4 Mobil Sampah untuk Polman
Program ini bertujuan menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Model pendidikan yang diterapkan berbasis asrama (boarding school) dan mencakup jenjang SD hingga SMA.
Setiap sekolah ditargetkan dapat menampung hingga 1.000 siswa, guna menciptakan generasi muda yang berdaya saing dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Suhardi Duka menekankan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting dalam mewujudkan program ini.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemangku kebijakan di daerah, untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerataan pendidikan di Sulbar.
Baca juga: Proyek Jembatan Benggaulu Mangkrak, Kades Pertanyakan Komitmen Pihak Terkait
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa hingga kini lebih dari 50 lokasi di berbagai daerah telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring dengan koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026, dengan target memperluas jangkauan pendidikan gratis bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Dengan adanya rapat persiapan ini, diharapkan pendirian Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat dapat segera terealisasi, sehingga semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera yang mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Langkah ini diyakini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulbar di masa depan.
(Berita12)







