LEBANON – Dalam pidatonya tadi malam pasca gencatan senjata, Syekh Naim Qasim, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas apa yang ia sebut sebagai kemenangan besar bagi perlawanan dan rakyat Palestina.
Ia juga menyoroti peran penting dukungan dari Republik Islam Iran, Irak, Yaman, dan Lebanon dalam perjuangan tersebut.
Baca juga: FPN: Gencatan Senjata Palestina-Israel Bukti Keteguhan Perlawanan Palestina
“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, pemimpin terkasih Iran, dan rakyatnya yang mulia atas kemenangan ini. Kami juga mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina yang telah memenangkan pertempuran ini dan mengembalikan rakyat ke tanah mereka di Gaza. Ini adalah kemenangan bagi semua orang bebas di dunia,” ujar Syekh Naim Qasim dengan penuh semangat.
Dalam pidatonya, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa perlawanan Hizbullah tidak akan berhasil tanpa dukungan kuat dari negara-negara sahabat, khususnya Iran dan Irak. Ia menyoroti pentingnya solidaritas internasional dalam menghadapi tekanan dari rezim Zionis.
“Kami tidak akan melupakan dukungan Republik Islam Iran dan rakyatnya, serta dukungan rakyat Irak,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pejuang di medan perang, masyarakat sipil, staf medis, hingga media memiliki peran yang signifikan dalam memastikan keberlanjutan perjuangan.
“Dukungan ini telah menutup pintu bagi musuh Zionis, memaksa Israel menerima perjanjian yang diatur Amerika,” tambahnya.
Syekh Naim Qasim juga mengenang masa sulit yang dihadapi Hizbullah setelah gugurnya Sayyid Hasan Nasrallah. Namun, ia menegaskan bahwa semangat dan kekuatan iman tetap menjaga perlawanan tetap kokoh.
“Kami memilih untuk melawan dan merebut kembali kehadiran kami. Kekosongan yang ada telah diisi oleh komandan yang layak,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemenangan perlawanan Hizbullah tidak hanya bergantung pada kekuatan militer semata, tetapi juga pada dukungan rakyat.
“Kekuatan kami datang dari para penganut dan pendukung yang setia,” ungkapnya.
Syekh Naim Qasim mengklaim bahwa kehadiran pasukan Hizbullah menciptakan efek jera yang besar bagi Israel.
“Rezim Zionis dikalahkan secara militer oleh pasukan kami. Kami menang secara militer dan unggul,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kemenangan ini akan dicatat dalam sejarah sebagai bukti keberhasilan perlawanan Lebanon.
(Berita12)






