JAKARTA, Berita12.com — Dengan banyaknya permasalahan yang ada di Indonesia, saat ini gerakan perempuan tidak lagi bergerak dalam ranah-ranah domestik saja. Tetapi bergerak juga ke arah-arah isu strategis termasuk energi, kebijakan publik, serta pembangunan nasional. Hal ini disampaikan Kabid Perempuan PP Kammi, Rafika Afriyanti dalam acara Energi Kartini Muda Indonesia “Inovasi, Kepemimpinan dan Keberlanjutan” di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya perempuan itu sebenarnya bukan hanya objek pembangunan. Tapi perempuan-perempuan itu sebenarnya adalah subjek dari perubahan yang akan membawa gagasan, harapan, serta arah masa depan dan khususnya bagi perempuan Indonesia dalam sektor-sektor yang strategis.
“Ketika kita berbicara tentang energi nasional, kita sebenarnya berbicara tentang kedaulatan. Namun memang realitasnya menunjukkan bahwa kita masih menghadapi tantangan besar seperti ketergantungan impor energi. Ketimpangan akses hingga belum optimalnya pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Rafika.
Sementara itu Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM RI, Noor Arifin Muhammad yang turut hadir menjelaskan mengenai trilema energi yaitu kerangka kerja kebijakan yang menyeimbangkan tiga tantangan utama.
“Trilema itu ada tiga yakni ketersediaan energi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutannya. Ketersediaannya itu adalah tersedia, itu bisa pada saat ini seperti yang dilakukan pemerintah bahwa keadaan masih dapat dijaga, aman secara BBM, LPG, listrik. Kemudian keterjangkauan, baik dari sisi akses fisik dapat dijangkau secara layak, maupun keterjangkauan secara ekonomi. Dan yang ketiga adalah keberlanjutan. Jadi dari upaya pencarian apa sumber-sumber energi, kemudian upaya untuk memproduksinya,” jelas Noor Arifin.
Selanjutnya Ketua Umum PP Kammi, Ahmad Jundi Khalifatullah menyebutkan hari ini masyarakat dibangun dengan rasa tenang. Namun jangan sampai ketenangan tersebut hanya ketenangan semu yang kemudian bisa meledak sewaktu-waktu.
“Maka itu, kita juga sambil berdoa kepada Allah SWT agar main perang di Timur Tengah yakni antara Amerika dan Iran ini segera selesai, ini tentunya faktor utama yang menyebabkan perubahan ataupun kemudian perjuangan di Indonesia untuk mendapatkan energi kembali,” kata Ahmad.
“Dan semoga ini jadi momen, selain juga hari perempuan, hari kebangkitan, hari konsolidasi dan kita akan mendeklarasikan diri kita. Kita siap untuk memperjuangkan energi Indonesia. Kita siap untuk ambil dan turut bagian dalam bagaimana kemudian mensukseskan swasembada energi ataupun kemudian menciptakan kedaulatan energi di Indonesia,” pungkasnya.
(Berita12/Gbr)






