Tangis Wakil Bupati Mamasa Pecah Saat Serahkan Proposal DOB Pitu Ulunna Salu ke DPRD

Mamasa, POLITIK130 Dilihat

BERITA12.COM — Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Pitu Ulunna Salu (PUS) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (sulbar), kembali menguat. Penyerahan dokumen proposal pemekaran wilayah itu diwarnai suasana haru hingga tangis Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, pecah di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Mamasa. Kamis, (1/10/2026).

Momen emosional tersebut terjadi saat rangkaian penyerahan dokumen proposal DOB Pitu Ulunna Salu di gedung DPRD Kabupaten Mamasa.

Sudirman tampak tak kuasa menahan air mata ketika menyampaikan harapan masyarakat Pitu Ulunna Salu terhadap perjuangan pembentukan daerah otonomi baru tersebut.

Suasana ruangan yang sebelumnya dipenuhi riuh suara mendadak hening. Tangis Sudirman pecah dan membasahi selembar tisu yang digunakannya untuk mengusap air mata.

Sorak-sorai dan tepuk tangan kemudian terdengar dari dalam ruangan, mengiringi momen tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sudirman menyampaikan bahwa aspirasi pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu bukan hanya berasal dari kelompok tertentu, melainkan menjadi harapan masyarakat di wilayah tersebut.

“Atas nama masyarakat Pitu Ulunna Salu, tanpa terkecuali orang tua, anak-anak dan seluruh masyarakat, kami mengharapkan lembaga DPRD Mamasa dapat mengukir sejarah dengan segera mengeluarkan rekomendasi,” ujar Sudirman.

Menurut dia, rekomendasi DPRD Mamasa menjadi salah satu dokumen penting bagi pihaknya untuk melanjutkan proses perjuangan pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu ke tahapan berikutnya.

Sudirman juga berharap DPRD Mamasa dapat memberikan respons terhadap proposal tersebut dalam waktu dekat.

“Kami berharap dalam bulan Oktober ini, atau dalam dua minggu ke depan, sudah ada respons. Ini menjadi dasar bagi kami untuk melangkah lebih lanjut,” katanya.

Satu Tahap Lagi

Penyerahan proposal tersebut menjadi bagian penting dalam proses perjuangan DOB Pitu Ulunna Salu. Namun, masih terdapat satu tahapan yang harus dilalui sebelum rekomendasi DPRD Mamasa dapat diterbitkan.

Rekomendasi tersebut harus mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota DPRD Kabupaten Mamasa.

Karena itu, dukungan politik di lembaga legislatif menjadi salah satu tahapan yang akan menentukan kelanjutan proses administrasi usulan pemekaran tersebut.

Bagi masyarakat Pitu Ulunna Salu, penyerahan proposal di DPRD Mamasa menjadi momentum untuk kembali mendorong cita-cita pembentukan daerah otonomi baru.

Tangis Sudirman dalam penyerahan dokumen tersebut pun menjadi simbol kuat dari harapan masyarakat yang telah lama menantikan kepastian atas perjuangan pemekaran Pitu Ulunna Salu. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *