MAJENE – Majene kembali dihebohkan dengan kasus peredaran uang palsu yang meresahkan warga, khususnya di Kecamatan Malunda. Dua lokasi dilaporkan menjadi target pelaku, yakni sebuah kios di Lingkungan Pucca Owa dan counter handphone di Lingkungan Kalorang, pada Rabu (18/12/2024).
Kapolsek Malunda, Iptu Muh. Irwan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden pertama terjadi di Kios Qayya Seluler, Lingkungan Pucca Owa. Penjaga kios, Eka Ramadhani (17), menceritakan bahwa pelaku awalnya meminta transfer uang sebesar Rp500.000. Namun, setelah diberitahu saldo hanya mencukupi untuk transfer Rp300.000, pelaku setuju.
Pelaku menyerahkan uang dengan rincian dua lembar pecahan Rp100.000 palsu, satu lembar pecahan Rp50.000 palsu, dan sisanya uang asli. Transaksi selesai, pelaku langsung meninggalkan lokasi dengan sepeda motor Honda Scoopy merah hitam.
Tak berhenti di situ, pelaku melanjutkan aksinya di Malunda Ponsel, Lingkungan Kalorang. Penjaga counter, Abdul Usman (21), memeriksa uang Rp250.000 yang diserahkan pelaku sebelum transfer dilakukan. Menyadari uang tersebut palsu, Abdul langsung bertanya kepada pelaku.
“Dari mana dapat uang ini karena palsu semua?” tanyanya. Pelaku kemudian mengambil kembali uang tersebut dan segera kabur.
Menurut Kapolsek Malunda, modus yang digunakan pelaku adalah berpura-pura melakukan transfer uang melalui layanan BRI Link, yang banyak ditemukan di kios dan counter sepanjang jalan.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama pecahan besar. Jika menemukan uang mencurigakan, segera laporkan kepada kami,” imbau Iptu Muh. Irwan.
Saat ini, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut dan berupaya mengidentifikasi pelaku untuk mencegah aksi serupa. Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar waspada dan tidak ragu melapor jika menghadapi kasus serupa di wilayahnya.
(Berita12)






