MAMASA, Berita12.com — Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam berbagi informasi di ruang digital, khususnya media sosial. Peringatan itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM) yang digelar Diskominfopers Provinsi Sulawesi Barat di Breeza Villa Tondok Bakaru, Rabu (28/8).
“Saring dulu informasi sebelum dibagikan. Jangan sampai melempar informasi mentah yang justru menimbulkan masalah,” ujar Sudirman.
Ia menekankan, banyak konflik di masyarakat bermula dari informasi menyesatkan yang beredar bebas di platform digital.
Sudirman berharap para peserta menjadi agen literasi digital yang aktif menyebarkan pesan bijak bermedsos di tengah masyarakat.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga ruang digital tetap sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Muh. Ridwan Djafar, menyoroti pesatnya arus digitalisasi yang membawa tantangan baru. Menurutnya, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak.
“Pemda tidak punya kewenangan untuk memblokir konten atau akun penyebar hoaks, itu ada di pemerintah pusat. Karena itu, peran masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi sangat dibutuhkan,” jelas Ridwan.
Ia juga menyinggung masih adanya wilayah blank spot di Mamasa yang membuat sebagian warga sulit mengakses layanan komunikasi. Kondisi ini, kata Ridwan, membuat upaya edukasi digital semakin penting.
Ke depan, pemerintah provinsi mendorong pembentukan lebih banyak Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai garda terdepan untuk melawan arus hoaks. “Semakin banyak KIM yang aktif, semakin kuat pula suara literasi digital di tengah masyarakat,” pungkasnya.
(Berita12)









