SUBANG, Berita12.com — Majelis Gaza (Gerakan Akhir Zaman) yang didirikan sejak tahun 2021 lalu oleh Diki Candra dengan sapaan akrabnya “Kang Diki” ini, merupakan sebuah komunitas muslim yang mengajarkan kepada masyarakat muslim untuk lebih mengingat akan tibanya akhir zaman. Di era yang sudah sangat maju ini, semakin banyak masyarakat yang sudah melupakan akhirat dan hanya berfokus pada kehidupan duniawi.
Oleh karena itu, Kang Diki mengungkapkan sebagai sesama muslim alangkah baiknya saling mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu terpana dengan hal duniawi dan harus mengingat akhirat. Beliau juga mengungkapkan bahwa ajaran agama saat ini banyak yang menyimpang, umat Islam sendiri akan terbelah menjadi 73 kelompok dan hanya satu yang benar, dalam hadist dikatakan yang benar sangat sedikit yang besar akan terjerumus dalam kekeliruan.
“Kami turun ke masyarakat menjelaskan apa yang disebut dengan Mubasyirat atau mimpi. Karena begini, inilah barangkali skenario… baik itu mungkin saja kehendak Allah, seizin Allah, atau mungkin barangkali memang skenario Allah. Ketika utusan-utusan mau hadir ke dunia, ada saja perilaku-perilaku menyimpang. Bahkan ketika zaman dari Nabi Isa a.s lalu turun Nabi Muhammad SAW, sudah banyak perilaku yang menyimpang di masyarakat,” ungkap Kang Diki di Subang, Senin (16/2/2026).

Lebih jauh, Kang Diki menjelaskan apa arti dari mubasyirat. Mubasyirat adalah mimpi yang benar dari Allah. Jadi artinya wahyu itu masih ada, tapi wahyu kecil dari istilah para ulama itu, mubasyirat bukan wahyu seperti yang diterima para Nabi, melainkan sebuah petunjuk langsung dari Allah dalam bentuk mimpi. Dan biasanya mimpi dari Allah seperti ini disebut seperempat puluh enam kenabian.
Keterkaitan dengan Pers
Kang Diki mengatakan, sudah seharusnya media memberitakan hal-hal baik untuk mengajak kembali umat manusia dalam mengingat akhir zaman. Kepada Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI), beliau menekankan Organisasi Jurnalis yang mengambil branding muslim harus juga mengedepankan kepentingan dakwah, selain menjalani aktivitas pemberitaan situasi Indonesia, harus turut diiringi dengan berdakwah.
“Di IJMI, seharusnya sudah menjadi sebuah kewajiban, apalagi mengambil branding Muslim. Selain melakukan pemberitaan harus juga diiringi dengan berdakwah, menyampaikan kepada masyarakat pentingnya mengingat akhir zaman yang akan tiba, apalagi saat ini banyak masyarakat yang terbuai dengan kehidupan dunia saja tanpa memikirkan akhirat,” katanya.
Ketua Umum Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI), M. Harun turut menuturkan bahwa dalam rangka melakukan kegiatan positif. Jurnalis muslim, tentu harus memberitakan hal-hal yang bersifat dakwah dan tidak bisa hanya berfokus dalam pemberitaan situasi Indonesia saja.
“Maka itu, silaturahim yang kita adakan ini bertajuk Tour and Journalistic Knowledge untuk memberikan pengetahuan tentang pers Islam pada publik. Dan bertemu langsung dengan pendiri serta jamaah Majelis GAZA dan Sekolah Tafsir Mimpi. Disini kami sadar sebagai Jurnalis Muslim, kita tidak boleh hanya berfokus dengan pemberitaan situasi Indonesia saja, tetapi kami harus mengimbangi dengan dakwah. Menyampaikan kabar baik dan mengajak umat muslim pentingnya mengingat akhir zaman,” tutur M.Harun.
Menanggapi Isu negatif yang beredar terkait Majelis Gaza, sebagai Ketua Umum organisasi Jurnalis, Harun tidak ingin hanya sekedar percaya isu yang beredar. Tetapi melalui pengamatan sebagai jurnalis tentu semua itu harus dicermati secara seksama, maka itu bersama anggota IJMI. Ia mengajak langsung anggota IJMI melihat bagaimana Majelis Gaza menjalankan syariat Islam dengan mengajak umat Islam menuju kebenaran.
“Dengan bertemu langsung dengan pendiri serta jamaah Majelis GAZA yang katanya kontroversial dan pernah dituduh aliran sesat, jadi kami tidak ingin hanya mendengar dari isu yang beredar serta berfikir negatif. Melalui pengamatan langsung, wawancara, beribadah bersama , makan bersama dan berinteraksi. Ternyata isu yang beredar tidak benar adanya, karena semua tata cara ibadah memang sesuai ajaran Islam, Al-Qur’an dan hadist,” tegasnya.
M.Harun mengungkapkan, bersama Majelis Gaza, IJMI akan melakukan kolaborasi demi kepentingan umat Islam dan turut melakukan dakwah melalui pemberitaan. Pengalaman sebagai jurnalis turut memberikan pengetahuan kepada publik, agar pentingnya memberikan informasi yang akurat dan tepat. Ia juga menjelaskan Majelis GAZA sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ajaran islam sesuai syariat
“Disini, kami berterima kasih kepada Kang Diki telah menerima kami dengan memberikan fasilitas dan akomodasi. Sehingga kami paham kenapa Majelis GAZA ini sangat baik dalam menyebarkan dakwah. Saya rasa ini adalah sebuah komunitas pertama, yang sangat menerima masyarakat yang ingin bergabung dan mendalami ajaran Islam lebih dekat,” pungkasnya.
(Berita12)






