Bukti Tak Terbantahkan: Video Ponsel Ungkap Eksekusi Brutal Tenaga Medis oleh Tentara Israel

INTERNASIONAL287 Dilihat

JAKARTA, Berita12.com – Video yang ditemukan di ponsel salah satu korban di kuburan massal Tal al-Sultan, Rafah, Gaza Selatan, mengungkap fakta mengerikan: 15 tenaga medis, pekerja pertahanan sipil, dan petugas PBB dieksekusi secara brutal oleh tentara Israel.

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, menegaskan bahwa rekaman tersebut menjadi bukti otentik yang membantah klaim Israel dan mengonfirmasi kejahatan kemanusiaan yang terjadi.

“Video dari ponsel Rifat Ridwan, salah satu korban, memperlihatkan bagaimana mereka dieksekusi secara brutal pada 23 Maret lalu. Ini adalah bukti tak terbantahkan dari kejahatan perang Israel,” kata Furqan. Minggu, (6/4/2025).

Baca juga: FPN Kutuk Eksekusi Brutal Tenaga Medis di Gaza oleh Tentara Israel

Sebelumnya, Israel berdalih bahwa ambulans yang digunakan para korban tidak memiliki lampu depan maupun tanda pengenal. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa para korban dikepung, diborgol, dieksekusi, dan dikuburkan secara massal. Untuk menghilangkan jejak, tentara Israel bahkan menghancurkan lima ambulans yang mereka gunakan.

Furqan menegaskan bahwa tindakan ini melanggar Konvensi Jenewa, yang memberikan perlindungan bagi tenaga medis dalam konflik bersenjata.

“Ini jelas masuk kategori kejahatan perang menurut Statuta Roma. Dunia tidak boleh berdiam diri. PBB harus menyeret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional,” tegasnya.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Menurut laporan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dan Pertahanan Sipil, 15 awak ambulans yang dibunuh tersebut tengah menjalankan misi penyelamatan terhadap warga yang terluka akibat serangan udara Israel. Mereka terdiri dari sembilan tenaga medis PRCS, lima anggota Pertahanan Sipil, dan seorang pegawai badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Namun, alih-alih diberikan akses untuk menjalankan tugas kemanusiaan, mereka justru dijebak, ditangkap, dan dieksekusi.

Sementara itu, data terbaru dari Euro-Med Human Rights Monitor per 5 April 2025 mencatat bahwa Israel telah membunuh 96 dokter dan 1.192 tenaga kesehatan profesional, serta melukai 1.460 tenaga kesehatan lainnya.

Selain itu, sebanyak 113 anggota pekerja pertahanan sipil dan 210 jurnalis juga menjadi korban serangan Israel.

Secara keseluruhan, lebih dari 60.000 warga Palestina telah gugur, dengan 18.600 di antaranya adalah anak-anak (32%) dan 12.430 perempuan (21%).

Furqan mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan.

“Jika kejahatan perang Israel terus dibiarkan, tatanan dunia akan hancur. Hak Asasi Manusia dan hukum internasional tak boleh terus dikangkangi,” pungkasnya.

(AMC)

Simak Videonya:

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *