China Mengguncang Dunia Teknologi dengan DeepSeek, Kecerdasan Buatan yang Mengancam Dominasi AS

TEKNOLOGI280 Dilihat

JAKARTA – China kembali mencetak sejarah di dunia teknologi dengan meluncurkan DeepSeek, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terbaru yang langsung menjadi perhatian global.

Dengan anggaran pengembangan hanya USD 6 juta (sekitar Rp96 miliar), DeepSeek-V3 sukses mengungguli nama-nama besar seperti ChatGPT, Gemini, dan Meta AI dalam uji benchmark.

Baca juga: Kebakaran Dekati Markas Meta, Facebook, Wa, IG Terancam Berhenti

Keunggulan utamanya meliputi kemampuan logika, pemrograman, serta pemahaman konteks, sekaligus lebih efisien dalam penggunaan GPU.

Biaya pelatihan model ini bahkan hanya USD 5,58 juta (sekitar Rp89,28 miliar), jauh lebih rendah dibandingkan teknologi AI Amerika Serikat yang memakan biaya hingga USD 250 miliar (sekitar Rp4.000 triliun).

Peluncuran DeepSeek memicu gejolak besar di pasar saham teknologi AS. Saham Nvidia anjlok hingga 17%, menghapus nilai pasar senilai USD 600 miliar (Rp9.600 triliun). Perusahaan raksasa lainnya seperti Google dan Microsoft juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 4% dan 3%.

Baca juga: https://en.m.wikipedia.org/wiki/DeepSeek

Total kapitalisasi pasar sektor teknologi AS menyusut sekitar USD 1 triliun (Rp16.000 triliun) hanya dalam satu hari, menimbulkan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan pengeluaran besar untuk AI di Amerika Serikat.

DeepSeek telah membuktikan diri sebagai ancaman serius bagi dominasi teknologi AS. Model ini setara dengan GPT-40 dan Claude 3.5 Sonnet dalam hal performa, sekaligus berhasil merajai App Store di Amerika Serikat, menyingkirkan ChatGPT dari posisi puncak.

Prestasi ini semakin memperkokoh posisi China sebagai pemain utama dalam persaingan teknologi global.

Keberhasilan ini menjadi lebih mencolok mengingat AS sebelumnya telah melarang ekspor chip canggih ke China untuk menekan perkembangan teknologi negara tersebut.

Namun, terlepas dari pembatasan tersebut, China mampu menciptakan DeepSeek yang terbukti lebih canggih dan efisien dibandingkan teknologi AI dari AS.

Langkah ini menegaskan tekad China untuk terus memimpin inovasi teknologi global, sekaligus menjadi ancaman nyata bagi dominasi teknologi Amerika Serikat.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *